Plengkung Gading, Salah Satu Sudut Unik Kota Yogyakarta

Plengkung Gading, Salah Satu Sudut Unik Kota Yogyakarta
Plengkung Gading di Yogyakarta. (IG/@bocah_angon)

Plengkung Gading terlihat unik karena seperti gapura yang ada dari masa lalu. Bangunannya sangat khas Jawa. Kamu bisa foto-foto atau sekadar melewatinya sambil berjalan kaki atau memakai kendaraan bermotor.

Inibaru.id – Kalau kamu main di lingkungan Keraton Yogyakarta, tepatnya Alun-Alun Selatan (Kidul), pasti bakal melihat sebuah bangunan mirip dengan gerbang di sebelah selatan. Gerbang ini dilalui jalan sempit yang hanya bisa dilewati satu arah lalu-lintas saja. Nama gerbang ini adalah Plengkung Gading.

Bangunan dengan warna putih ini sangat khas karena bentuknya yang unik dan klasik. Begitu melewatinya, kamu seperti berjalan di masa lalu meski di sisi-sisi lampu merah dipenuhi dengan kendaraan bermotor modern.

Sebenarnya, Plengkung Gading hanyalah satu dari beberapa plengkung alias gapura dari lingkungan Keraton Ngayogjokarto Hadiningrat. Selain Plengkung Gading yang ada di sisi selatan, ada Plengkung Madyasuro atau Plengkung Wijilan di sisi timur, Plengkung Jaga Suro yang ada di sisi barat, Plengkung Taruno di sisi utara, serta Plengkung Jagabaya di barat daya.

Plengkung Gading juga dikenal dengan nama lain berupa Plengkung Nirbaya. Lokasinya sekitar 300 meter dari Alun-alun Selatan. Meski kini lebih dikenal sebagai salah satu spot wisata, sebenarnya di gerbang inilah, jenazah raja-raja yang lewat akan lewat. Nantinya, raja-raja ini akan dimakamkan di Makam Raja di Imogiri, Bantul.

Plengkung Gading, satu dari lima gapura di Indonesia. (Twitter/idoennn)
Plengkung Gading, satu dari lima gapura di Indonesia. (Twitter/idoennn)

Saking sakralnya plengkung ini untuk urusan upacara kematian, kabarnya Sultan yang masih hidup atau memerintah nggak bakal diperbolehkan lewat plengkung ini, Millens. Kalau kamu lewat di sana, sebenarnya juga nggak apa-apa kok. Toh di sana kan juga jalan umum, jadi banyak kendaraan atau orang yang berjalan kaki lewat di sana.

Nah, yang menarik adalah, di Plengkung Gading ada Menara Sirine. Sirine ini hanya akan dinyalakan di momen-momen spesial saja, Millens, yakni pada upacara 17 Agustus, tepatnya di detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, serta di setiap buka puasa sebagai penanda bagi warga sekitar bahwa waktu berbuka telah tiba. Menarik, ya?

Di siang hari, warna putih gading yang cerah dari Plengkung Gading bakal sangat indah jika dipadukan dengan warna langit yang biru. Kamu pun bisa mengambil foto di sini, Millens. Kalau kamu ingin datang ke Plengkung Gading atau Alun-alun Kidul di malam hari, nggak perlu khawatir. Di sana, banyak lampu yang terang sehingga membuat Plengkung Gading bakal terlihat lebih indah.

Lampu khas jalanan Yogyakarta yang kuning membuat tampilan Plengkung Gading terlihat lebih cantik. Kamu pun akan merasakan suasana tempo dulu yang sangat kuat. Apalagi ditambah dengan lampu taman dengan bentuk yang klasik dan nama jalan yang juga terlihat unik.

Jadi, kapan nih main ke Yogyakarta dan menikmati keindahan Plengkung Gading, Millens? (Idn/IB09/E05)