Siap-Siap Piknik ke Hutan Mangrove

Bangun jalur penelusuran bagi pejalan kaki, Pariaman jadikan kawasan hutan mangrove sebagai destinasi wisata alam.

Siap-Siap Piknik ke Hutan Mangrove
Wisata Mangrove di Bali (balidirections.com)

Inibaru.id - Nggak hanya berfungsi sebagai pelindung daratan dari ancaman abrasi atau pengikisan, kini tanaman mangrove juga bisa menjadi tempat wisata yang nggak kalah menarik. Destinasi wisata berbasis "mangrove" atau tanaman bakau pun mulai bermunculan. Salah satunya di Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Berada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, pemerintah kota akan menjadikan kawasan hutan mangrove di sana sebagai destinasi wisata. Kawasan hutan mangrove tersebut juga akan dilengkapi dengan jalur penelusuran untuk menarik wisatawan. Adanya jalur tersebut akan memudahkan wisatawan menikmati keindahan pantai sekaligus belajar tentang alam. Bekerja sama dengan komunitas pencinta alam Tabuik Diving Club (TDC), pemerintah Kota Pariaman menggunakan dana CSR dari Depot Pengisian Pesawat Udara Minangkabau sebesar Rp 350 juta untuk merealisasikan rencana tersebut.

Baca juga:
Yuk, Lihat Panda di Taman Safari Indonesia!
Ada Ikon Religi di Kota Judi

Nah, sebelum membangun jalur penelusuran, komunitas pencinta alam TDC terlebih dahulu melakukan penanaman kembali pohon mangrove. Dilakukan secara bertahap selama 40 hari masa pengerjaan, penanaman yang dimulai sejak awal Desember 2017 ini menggunakan 10 ribu bibit mangrove jenis Rhizophora.

Mengutip Antaranews.com (11/12/2017), konsep jalur hutan bakau yang dibuat nantinya sepanjang 50 meter dengan lebar 1,5 meter di area seluas kurang lebih satu hektare, dari total sekitar lima hektare hutan bakau yang tersebar di Desa Apar.

Eits, meskipun pembangunan jalur hutan bakau diperuntukkan sebagai destinasi wisata, namun tujuan sebenarnya adalah sebagai penyelamatan lingkungan, lo.

Kenapa? Karena keberadaan pohon bakau jenis Rhizophora di Desa Apar memiliki fungsi sebagai penyangga habitat utama berbagai jenis hewan seperti ikan, kepiting bakau, biawak dan lain-lain.

Baca juga:
Belajar dari Laba-laba, Orang Manggarai Menata Sawah
Mendayung Kayak dan Menerobos Kabut Telaga Merdada

Selain itu nggak hanya hutan bakau di Desa Apar saja yang akan dikembangkan sebagai destinasi wisata. Masih berada di satu kecamatan, pemerintah juga akan mengembangkan kawasan hutan bakau di Desa Mangguang.

Wah, ternyata adanya destinasi wisata mangrove punya banyak manfaat. Lebih dari sekadar tempat untuk menikmati keindahan tanaman bakau dan berswafoto, sobat Millens juga bisa belajar tentang alam lo. (ALE/SA)