Pantai Wediombo, Surga untuk Peselancar

Pantai Wediombo, DIY, jadi spot asyik untuk surfing atau berselancar. Eits, kamu juga bisa snorkeling, memancing, atau hanya menikmati sunrise dan sunset. Pesona pantainya memesona.

Pantai Wediombo, Surga untuk Peselancar
Surfing di pantai Wediombo (Tribunnews.com)

Inibaru.id – Kondang akan wisata seni budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki banyak pantai yang menarik. Salah satunya Pantai Wediombo di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Berjarak sekitar 80 km atau sekitar 2-3 jam perjalanan, Pantai Wediombo boleh dibilang nggak terlalu luas. Ini agak nggak nyambung dengan namanya yang dalam bahasa Jawa berarti “pasir luas”. Tapi kamu nggak boleh protes karena begitulah namanya. Ya, pantainya memang nggak luas dan lebih banyak didominasi oleh karang. Jadi, nggak perlu membayangkan bisa menikmati pasir putih yang luas seperti di Pantai Kuta atau Pantai Parangtritis.

Eits, tapi jangan salah, pantai ini memiliki panorama yang indah, lo. Menjadi satu-satunya pantai yang menghadap ke barat, kamu bisa melihat sunset dan sunrise dari arah perbukitan. Adapun waktu terbaik untuk menyaksikan sunset di Pantai Wediombo adalah pada bulan November-Mei karena pada saat itu matahari condong ke sisi selatan bumi.

Menjadi salah satu destinasi pantai andalan Kabupaten Gunungkidul, kamu bisa melakukan banyak hal di pantai Wediombo. Salah satunya yaitu kamu bisa surfing di sana. Jadi, buat kamu yang tinggal di sekitar Yogyakarta dan hobi surfing, nggak perlu lagi jauh-jauh ke Banyuwangi atau Bali. Ya memang sih, belum banyak orang yang mengetahui bahwa pantai itu merupakan salah satu spot berselancar.

Baca juga:
Wisata Sejarah ke Pulau Penyengat
Maumere, Eksotisme Pulau Tanpa Ujung

Banyak yang mengatakan, ombak yang mengempas ke Pantai Wediombo merupakan ombak terbaik di Yogyakarta. Berbeda dengan ombak di pantai lain di Yogyakarta yang lokasinya berpindah-pindah, tipe ombak di Pantai Wediombo cenderung stabil dan nggak berubah-ubah. Tinggi ombaknya bisa mencapai 3-4 meter. Itu pun sebelum air pasang naik. Wajar saja jika saat akhir pekan, pantai ramai oleh para peselancar dari berbagai daerah.

Tertarik untuk menjajal aktivitas yang cukup menantang ini? Jika iya, kamu bisa menghubungi Wediombo Surfing Society (WOSS) yang selalu siap di lokasi. Dengan harga yang relatif murah, kamu bisa mengikuti kelas singkat surfing. Selama 1,5 jam kamu akan diajari teori dasar sekaligus praktik surfing. Tarif tersebut termasuk sewa surfboard, jasa pemandu, dan foto.

Mengutip Kompas.com (19/1/2018), selain surfing kamu juga bisa snorkeling di sana. Untuk snorkeling, ada dua spot yang populer di pantai tersebut. Yang pertama berada di dekat pantai dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Yang kedua berada di belakang ombak atau nggak jauh dari tengah laut.

Tapi untuk menuju ke spot kedua kamu harus menyewa perahu terlebih dahulu. Kamu pun nggak harus bawa peralatan snorkeling sendiri, karena di sana ada yang menyewakannya.

Nah, bagi kamu yang hobi memancing, maka kamu wajib mencoba memancing ikan di Kawasan Wediombo. Di area pantai berpasir putih ini terdapat bukit karang yang jadi spot favorit para pemancing untuk menjajal kemampuan menangkap ikan. Di area tersebut banyak terdapat ikan laut seperti kerapu, tengiri, ikan cucut, atau ikan kakap batu yang beratnya bisa mencapai belasan kilogram.

Baca juga:
Bala Balakang: Pulau yang Memanjakan Mata
Berkunjung ke "Pulau Awet Muda" di Sumenep

Hal lain yang menarik dari Pantai Wediombo yaitu adanya kolam alami yang indah yang saat surut. Dengan kedalaman 1,5 meter, kolam yang terbentuk dari bebatuan ini menjadi tempat alternatif untuk berenang bagi wisatawan. Ya, ini karena ombak Pantai Wediombo yang cukup ganas sehingga para wisatawan dilarang untuk  berenang di ketengah laut, kecuali bagi sudah mahir.

Nah, sudah siap menjajal semua aktivitas yang ditawarkan Pantai Wediombo? (ALE/SA)