Ini Kriteria Power Bank yang Boleh Ikut Naik Pesawat

Ini Kriteria Power Bank yang Boleh Ikut Naik Pesawat
Mengisi ponsel dengan power bank. (Shopback)

Bank daya (power bank) menjadi salah satu barang yang mengancam keselamatanmu saat naik pesawat terbang jika nggak memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan dalam aturan penerbangan.

Inibaru.id - Ungkapan “lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan powerbank” di zaman sekarang ini memang benar adanya. Lihat saja, orang-orang terutama kaum milenial di mana pun berada dan setiap detiknya nggak pernah lepas dari gawai. Apa jadinya jika baterei pada gawai tersebut habis, Millens? Hm, bisa-bisa mati gaya, ya.

Terbayang kan bila sedang bepergian, lagi asyik berswafoto, tiba-tiba baterei ponselmu habis? Karena itu, benda bernama bank daya (powerbank) hukumnya wajib ada di dalam tas traveling kamu.

Image result for power bank meledak di pesawat

Kebakaran di kabin pesawat yang diduga diakibatkan powerbank yang meledak. (Weibo)

Namun, tahukah kamu, jika sedang menempuh perjalanan udara, ada pembatasan mengenai kriteria bank daya yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat? International Air Transport Association (IATA) yang mengeluarkan aturan mengenai hal tersebut.

Rating maksimal bank daya yang boleh kamu bawa masuk ke dalam kabin pesawat menurut IATA adalah 160 Wh (Watt-hour). Jadi, jika bank daya kamu mempunyai rating di bawah 100 Wh boleh dibawa ke dalam bagasi kabin, kok.

Bagaimana dengan nasib bank daya dengan rating 100 Wh sampai 160 Wh? Jika kamu pemilik bank daya jenis ini, maka kamu kudu rela meminta persetujuan dari maskapai yang bersangkutan. Nah, kalau bank daya dengan rating lebih dari 160 Wh sama sekali dilarang untuk kamu bawa dalam penerbangan, ya.

Millens, adanya aturan ini jangan lantas bikin kamu khawatir. Meski ada pembatasan, kamu sebagai pemilik bank daya nggak perlu cemas berlebihan. Itu karena sebagian bank daya yang ada di pasaran memiliki rating di bawah 100 Wh.

Itulah sekilas tentang kriteria bank daya yang boleh kamu bawa masuk ke kabin pesawat. Sebagai masyarakat yang menggunakan jasa transportasi udara, kita kudu mematuhi aturan ini. Sebab, jika “bandel” hal buruk sangat mungkin terjadi, lo. (IB20/E05)