Ngabuburit di Laweyan, Berbukanya Nasi Liwet

Di Kampung Laweyan, wisatawan bisa berbelanja sekaligus belajar tentang batik. Di sana juga mereka bisa mengetahui asal-usul tempat itu dan melihat wayang. Ditambah lagi, nasi liwet beraroma khas juga ada di sana.

Ngabuburit di Laweyan, Berbukanya Nasi Liwet
Kampung Batik Laweyan. (hogronoe.blogspot.co.id)

Inibaru.id - Kamu nggak bakal kehabisan ide mencari tempat ngabuburit kalau sedang berada di Kota Solo, Jawa Tengah. Di sana, kamu bakal banyak menemukan tempat menarik, mengedukasi, dan menghibur hati. Mau rekreasi yang berbau klasik dan tradisional, datanglah ke Kampung Batik Laweyan!

Kampung yang merupakan kawasan heritage di Solo ini menyajikan paket lengkap buat kamu, yakni wisata belanja, wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata edukasi. Letaknya nggak jauh dari Stasiun Purwosari, Solo.

Untuk menyusuri lorong-lorong kampung ini, kamu bisa menggunakan jasa tukang becak yang banyak mangkal di Jalan Slamet Riyadi. Jalan menuju Laweyan merupakan jalan protokol kedua setelah Jalan Slamet Riyadi yang menghubungkan Solo dengan Yogyakarta.

Kampoeng Batik Laweyan. (Tribunnews.com)

Menunggu bedug magrib di kampung batik tertua di Indonesia ini nggak bakal bikin kamu rugi. Pasalnya, di sana kamu bakal mengerti alasan kenapa batik sangat berjaya di Solo.

Di kampung yang dulu pernah menjadi pusat perdagangan ini kamu bakal menjumpai rumah-rumah dengan tembok yang menjulang tinggi layaknya istana keraton Jawa, gang-gang sempit tapi unik. Hm, memang di sanalah dahulu para saudagar batik bermukim.

Sentra batik di Laweyan. (andrewandme.blogspot.com)

Sekarang, di Laweyan ada sekitar 70 toko atau showroom yang menjual kain, aneka kerajinan batik dengan kualitas dan motif berbeda dari produk di pasar. Hm, jangan sampai ngiler ya, Millens! He-he.

Puas memanjakan mata dengan kain batik yang cantik, kamu bisa lanjut dengan mengikuti pelatihan singkat kewirausahaan kerajinan batik di beberapa rumah batik. Atraksi wayang orang dan wayang lugu juga bisa kamu jumpai di sana.

Seniman mementaskan wayang lugu tentang proses membatik di galeri workshop Batik Mahkota Laweyan, Solo, Jawa Tengah. (Antara Foto/Maulana Surya)

Nah, sudah kenyang mata dan pikiran setelah berkeliling Kampung Laweyan, sekarang saatnya mengenyangkan perut setelah seharian berpuasa. Menu paling pas karena enak, murah, mengenyangkan, dan tentunya “Solo” banget adalah sego liwet alias nasi liwet.

Di Laweyan, kamu bisa menemukan beberapa penjual sego liwet yang berdagang di emperan toko-toko batik. Ada juga yang menjajakannya dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Penjual nasi liwet. (vietnanti.blogspot.com)

Nasi liwet khas Solo adalah nasi gurih yang cara memasaknya menggunakan santan kental atau air kaldu. Semakin sedap karena memasaknya menggunakan kayu bakar dan penyajiannya memakai pincuk daun pisang.

Pendamping nasi ini biasanya adalah sayur labu siam yang diiris panjang, telur bacem, dan suwiran ayam. Harganya murah saja. Karena di Laweyan yang kebanyakan pembelinya adalah buruh batik, nasi liwet biasanya dihargai Rp 5.000-an. Harganya bakal sedikit mahal jika kamu juga memesan menu tambahan seperti daging ayam atau telur bebek.

Nasi liwet dalam pincuk. (Detik.com)

Bagaimana Millens, sudahkah kamu mendapatkan gambarannya jika berencana ngabuburit di Kampung Laweyan? (IB20/E03)