New Normal Pariwisata Semarang, Hotel-Hotel 'Rayu' Pelanggan dengan Perketat Protokol Kesehatan

New Normal Pariwisata Semarang, Hotel-Hotel 'Rayu' Pelanggan dengan Perketat Protokol Kesehatan
Petugas dengan face shield di PO Hotel Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hanya menunggu waktu new normal pariwisata Semarang digulirkan. Menyongsong kebijakan itu, hotel-hotel pun berbenah dan mencoba rayu pelanggan dengan perketat protokol kesehatan.

Inibaru.id - Kendati kebijakan new normal di Indonesia belum diketok palu, orang-orang terlihat telah menyambutnya dengan antusias. Para pengusaha di bidang pariwisata mulai bergerak, salah satunya dengan mematut diri, mencoba merayu pelanggan dengan menerapkan pelbagai protokol kesehatan. 

PO Hotel Semarang adalah salah satu hotel yang mengaku cukup siap dengan kebijakan new normal ini. Berpromosi, General Manager PO Hotel Jacob Lee mengatakan, berbagai fasilitas penunjang dan protokol kesehatan telah mereka terapkan, bahkan sudah berjalan sejak Covid-19 mewabah.

“Kami sediakan tempat cuci tangan, melakukan pengecekan suhu tubuh, dan menyediakan hand sanitizer,” tutur Jacob.

Kota Lama, lokawisata di Semarang yang selama pandemi menjadi seperti kota mati. (Triawanda Tirta Aditya/ Inibaru.id)
Kota Lama, lokawisata di Semarang yang selama pandemi menjadi seperti kota mati. (Triawanda Tirta Aditya/ Inibaru.id)

Selain itu, PO Hotel juga mengharuskan setiap pengunjung penggunaan masker. Mereka juga diminta untuk saling jaga jarak. Setali tiga uang, pihak pengelola juga memastikan seluruh petugas mengenakan masker, sarung tangan, dan face shield jika diperlukan.

“Semuanya untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ungkapnya.

Rasa Nyaman Penting, Rasa Aman Juga

Nggak cuma nyaman, perasaan aman dari penularan virus corona juga benar-benar menjadi tolok kini. Ini juga berlaku untuk dunia pariwisata. Jacob mengaku, pihaknya sangat memperhatikan hal tersebut, salah satunya dengan adanya penyemprotan disinfektan dari kamar ke kamar.

“Bahkan untuk gagang pintu kita sterilisasi setiap tiga jam,” kata dia.

Kebijakan new normal menjadi hal yang sangat dinantikan olehnya. Karena itulah Jacob sangat berharap masyarakat juga turut membantu kesuksesan kebijakan ini dengan mematuhi protokol yang berlaku.

“Saat masuk ke sini, kita dorong agar pengunjung tetap menjaga jarak. Yang nggak pakai masker nggak boleh masuk,” tegasnya.

Pengecekan suhu tubuh di PO Hotel Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Pengecekan suhu tubuh di PO Hotel Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hal senada juga diungkapkan General Manager Star Hotel Benk Mintosih. Laiknya PO Hotel, prosedur kesehatan yang cukup ketat pun coba diterapkan di hotel yang berlokasi di Jalan MT Haryono Semarang itu.

"Sehabis dipakai menginap, petugas hotel akan langsung melakukan sterilisasi ruangan. Kami juga sediakan thermo (thermometer) gun untuk mendeteksi suhu pengunjung," terang Benk.

Ke depan, dia menambahkan, Star Hotel akan menyediakan penyekat pada bagian resepsionis dan thermometer gun khusus untuk ruang rapat.

"Kami juga nggak melayani makan di restoran,” tandasnya.

Gereja Blenduk, ikon Kota Semarang yang nggak lagi ramai pengunjung selama pandemi. (Triawanda Tirta Aditya/ Inibaru.id)
Gereja Blenduk, ikon Kota Semarang yang nggak lagi ramai pengunjung selama pandemi. (Triawanda Tirta Aditya/ Inibaru.id)

Baik Jacob maupun Benk setuju, kebijakan new normal nggak bakal betul-betul dilakukan dengan benar jika masyarakat nggak turut menjadi bagian dari sistem.

Seberapa ketat pun penyedia jasa perhotelan berusaha, jika masyarakat nggak bisa menerapkan kedisiplinan, new normal hanya bakal jadi isapan jempol dan pandemi nggak bakal berakhir.

Nah, buat kamu yang rindu staycation di hotel, bareng-bareng menjadi bagian dari new normal, yuk! (Zulfa Anisah/E03)