Menjadikan Museum sebagai Lorong Waktu Antargenerasi

Menjadikan Museum sebagai Lorong Waktu Antargenerasi
Wayang golek, salah satu koleksi di museum Ronggowarsito, Semarang. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Banyak orang beranggapan bahwa berkunjung ke museum adalah hal yang membosankan. Tapi, sadarkah kamu bahwa mengunjungi museum sama saja dengan menelusuri lorong waktu?

Inibaru.id – Setiap kali mendengar kata museum, saya selalu ingat percakapan saya dengan seorang kawan. Saat itu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu museum di India yaitu Museum Gandhi di New Delhi 2016 silam. Namanya Lucas Gunteal, mahasiswa asal Brasil. Dia memberi saya perspektif yang bagus soal museum. 

Bagi Lucas Gunteal, museum adalah objek yang wajib dikunjungi saat menyambangi negara lain. Bukan tanpa alasan, sebab, bagi dia museum adalah sumber ilmu sekaligus lorong waktu yang nyata untuk dijadikan tempat menelaah sejarah di masa lalu.

"Kalau mau mengenali suatu negara kita harus mengunjungi museumnya," kata Lucas saat mengunjungi Museum Gandhi di New Delhi, India (5/2/2016).

Para siswa sekolah sedang mengamati koleksi-koleksi museum di Ronggowarsito. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Bagi saya pendapat ini masuk akal. Saya pribadi tertarik mengunjungi museum untuk belajar sekaligus berekreasi.

Menurut Abdu Rouf yang nggak lain adalah Duta Museum Jawa Tengah 2018, “museum merupakan tempat yang menyimpan banyak sejarah dan nilai pendidikan yang dibutuhkan oleh generasi masa kini. Jadi, perlu adanya kesadaran dalam diri generasi Milenials agar membiasakan diri untuk belajar langsung di museum karena nasib kemajuan bangsa berada di tangan generasi tersebut.”

Saya setuju dengan pendapat Abdu. Belajar langsung di museum memberikan sensasi tersendiri. Apalagi jika mau memahami dengan sungguh-sungguh, makna yang ada di balik diorama dan segala koleksi yang terdapat di dalamnya. Rasanya seperti berjalan menyusuri lorong waktu dengan suasana yang beragam.

Abdu Rouf saat mengisi seminar permuseuman di hadapan kaum Milenial (30/11/2018). (instagram/@abdugp)

Museum didirikan untuk menjadi tempat merefleksikan diri dan menelaah terhadap peradaban yang ada di masa lampau. Bahkan, museum juga bisa menjadi pusat studi khusus bagi kamu yang ingin memperdalam ilmu dan pengetahuan terhadap sesuatu. Baik itu tentang sejarah, budaya, bahkan hingga perjalanan hidup seseorang. Jadi, cukup disayangkan jika kamu justru menganggapnya sebagai tempat yang membosankan.

Di ruangan ini, pengunjung bisa mempelajari berbagai jenis batuan. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Oya Millens, ngomong-ngomong tentang museum nih, kamu yang tinggal di Jawa Tengah sudah pernah main ke Museum Ronggowarsito Semarang belum? Museum provinsi terbesar kedua di Indonesia ini layak banget menjadi destinasi wisatamu.

Apalagi, rata-rata harga tiket masuk ke museum itu murah banget. Paling berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu saja, lo! Ada juga yang gratis seperti Museum Jenang di Kudus dan Museum Jamu Jago di Semarang. Di tempat-tempat keren ini kamu bisa meng-update pengetahuan sekaligus kolase foto instagrammu. (Sitha Afril/E05)