Mulai Dikembangkan, Kini Berkeliling Desa Wisata Lembah Kalipancur Makin Asyik

Mulai Dikembangkan, Kini Berkeliling Desa Wisata Lembah Kalipancur Makin Asyik
Pesawat di Desa Wisata Lembah Kalipancur. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Desa Wisata Lembah Kalipancur menawarkan multi-wahana yang bisa dikunjungi pengunjung. Pengelolaan sempat mandek selama beberapa waktu, namun kini tempat wisata itu mulai dikembangkan menjadi lebih baik.

Inibaru.id – Nggak jauh dari Taman Sadeng di dekat Jembatan Kalipancur terdapat tempat wisata yang pernah booming bernama Desa Wisata Lembah Kalipancur. Lokasinya sangat teduh, tenang, dan tenteram karena dikelilingi oleh perbukitan. Warna hijau pohon sangat dominan menyambut mata pada tempat rekreasi yang beralamat di Jalan Raya Kalipancur Manyaran, Ngaliyan ini.

Di dalamnya terdapat banyak wahana wisata menarik untuk para pengunjung. Dari Japanese Village, Western Village, Fisherman Village, Floating Market, Green House, Dermaga, kolam renang, ruang serba guna, pesawat (tempat meeting), hingga aneka kandang hewan yang bisa diajak berinteraksi dari kuda, sapi, kambing, rusa, dan marmut.

Koleksi rusa jawa di Desa Wisata Lembah Kalipancur. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Koleksi rusa jawa di Desa Wisata Lembah Kalipancur. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Saya mengelilingi Desa Wisata Lembah Kalipancur pada Jumat (21/2), ditemani oleh Daryo selaku pengelola yang mengembangkan Japanese Village. Dengan menggunakan sepeda motor, Daryo menemani saya berkeliling. Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah pesawat, yang sepengamatan saya seperti habis dicat.  

“Udah lama banget. Pesawat, itu mau diubah lagi. Kalau dulu itu untuk resepsi, pernikahan, kumpul, makan-makan,” kata Daryo ketika kami berada di bawah pesawat. Pesawat yang sejenis dengan Boeing ini dibeli khusus. Diangkut menggunakan tronton dengan membaginya dahulu menjadi tiga sebelum disambungkan lagi.

Daryo menceritakan, Lembah Kalipancur dimiliki secara pribadi oleh Nugroho, tapi karena Nugroho telah meninggal kini dipegang oleh istrinya.

Pengelolaan pernah tersendat dan bermasalah pada manajemen sebelumnya sehingga sempat mandek dan sepi. Namun kini di tangan manager baru bernama Novi dibantu Daryo dan rekan-rekan dalam manajemen mulai mengembangkan, menggeliatkan, dan meramaikannya lagi.

Danau kecil yang bersih dan asri. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)
Danau kecil yang bersih dan asri. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Kandang rusa menjadi tujuan saya berikutnya. Jenisnya rusa jawa dan ada dua ekor. Keduanya bertanduk sehingga saya yakin berkelamin jantan. Di depan kandang rusa terdapat area marmut yang tengah berlari-lari di padang rumput. Marmutnya lumayan banyak. Daryo mengatakan nantinya pengunjung bisa berinteraksi dengan binatang lucu ini untuk memberi makan.

Di depan kandang rusa terdapat dermaga atau semacam danau kecil dengan bebek air. Direncanakan di dermaga itu pengunjung bisa menikmati pemandangan danau sambil makan di restauran yang berada persis di atas dermaga.

Ada pula semacam perkampungan cowboy ala Amerika atau yang kerap disebut Texas Village. Di sini saya menemukan banyak sapi gemuk berwarna cokelat jenis limosin. Nggak hanya itu, di sampingnya ada kandang kambing berbagai ras (jawa dan etawa) serta kandang kuda berbagai ras pula, dari kuda poni hingga kuda blasteran Sumba-Australia.

Gapura khas Jepang di area Japanese Village. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)<br>
Gapura khas Jepang di area Japanese Village. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Saya sangat terpesona ketika berada di kandang kuda. Tiap kuda memiliki nama seperti nama manusia. Kuda-kuda di sini dirawat dengan sangat baik oleh salah satu pekerja bernama Bibit. Dia mengaku telah 11 tahun bekerja di Desa Wisata Lembah Kalipancur.

Nggak jauh dari Texas Village, ada pula Green House yang rencananya akan ditempati oleh burung-burung serta pohon-pohon pilihan. Hingga akhirnya kami sampai di Japanese Village yang awalnya merupakan kolam. Aneka bangunan khas Jepang, dari rumah gaya Jepang, jembatan, dan monumen khas Jepang tersedia di sana.

FYI, di Desa Wisata Lembah Kalipancur saat ini terdapat restoran pula di area depan tepat di samping Japanese Village. Buka dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, setiap hari kecuali Senin. Kamu yang penasaran dengan wahana wisata di tempat ini boleh banget lo main, Millens. (Isma Swastiningrum/E05)