Monarki di Tanah Air, Ini 5 Wisata Kerajaan di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi

Monarki di Tanah Air, Ini 5 Wisata Kerajaan di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mungkin menjadi satu-satunya monarki yang tersisa di Indonesia. (Boozefoodtravel)

Jauh sebelum ada Indonesia, negeri ini terdiri atas banyak kerajaan. Kini, yang tersisa dari monarki di Tanah Air mungkin tinggallah bangunan-bangunannya, yang saat ini dikenal sebagai wisata kerajaan di Indonesia.

Inibaru.id – Pelajaran sejarah umumnya mengatakan Kerajaan Kutai yang muncul pada abad ke-4 adalah yang tertua di Tanah Air. Padahal, Naskah Wangsakerta Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara menunjukkan, Kerajaan Salakanagara, leluhur suku Sunda, telah ada sejak abad ke-2.

Entah kerajaan mana yang tertua di Nusantara. Yang pasti, masa monarki di negeri ini telah berlangsung sejak lama, bahkan konon telah ada sejak sebelum Masehi, ditandai dengan keberadaan Kerajaan Kandis di Jambi.

Menyoal kerajaan di negeri ini, nggak hanya sejarahnya yang menarik. Bangunan peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan tersebut juga menarik dikunjungi, lo. Tersebar di seluruh Tanah Air, nggak sedikit pelancong yang menjadikan sisa monarki di Indonesia itu sebagai tujuan wisata. Mana saja?

1. Puri Saren Agung Ubud, Gianyar

Puri Saren Agung. (Flickr/Eng Kiat Kwa)
Puri Saren Agung. (Flickr/Eng Kiat Kwa)

Ubud yang merupakan pusat seni dan budaya di Bali memiliki istana yang kental dengan arsitektur Bali di dalamnya. Salah satunya adalah Puri Saren Agung. Kompleks bangunan yang lebih dikenal sebagai Istana Ubud ini merupakan tempat tinggal resmi keluarga Kerajaan Ubud.

Terlihat dari luar, Istana Ubud tampak masih berdiri dengan kokoh. Bahkan, garis keturunan kerajaan Ubud masih tinggal di istana ini. Maka, jangan lupa ke sini kalau ke istana yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Bali, ini.

2. Istana Maimun, Medan

Istana Maimun. (Getty Images/Jane Sweeney)
Istana Maimun. (Getty Images/Jane Sweeney)

Istana bersejarah yang berada di pusat Kota Medan, Sumatera Utara, ini merupakan istana peninggalan dari Kesultanan Deli. Istana yang didirikan pada 1888 ini dirancang oleh arsitek Belanda Theodoore van Erp.

Atas perintah Sultan Deli Ma'mun Al Rasyid, istana yang memiliki 30 ruangan ini dibangun dengan memadukan pelbagai unsur budaya, mulai dari Melayu, Timur Tengah, Belanda, hingga pengaruh arsitektur Spanyol dan Italia.

Istana kuno ini bisa kamu kunjungi untuk berswafoto. Oya, kamu juga bisa mematut diri dengan baju daerah Melayu yang disewakan di dalam istana.

3. Keraton Kasepuhan, Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Wartawisata)
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Wartawisata)

Istana tertua dari salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia ini masih dirawat dengan baik hingga sekarang. Didirikan pada 1447 dengan perpaduan arsitektur Sunda, Jawa, Belanda, Islam, dan Tiongkok, kamu dipastikan bakal tertarik berkunjung ke sini.

Nggak sekadar berfoto, kamu juga bisa menjelajahi ruang museum yang dipenuhi oleh pusaka kerajaan dan kereta perang.

4. Istana Siak Sri Inderapura, Siak

Istana Siak Sri Inderapura juga dikenal sebagai Istana Matahari Timur. (Idntimes)<br>
Istana Siak Sri Inderapura juga dikenal sebagai Istana Matahari Timur. (Idntimes)

Kastil berarsitektur Moor yang dipadukan dengan gaya Melayu dan Eropa ini masih berdiri dengan kokoh walau telah dibangun pada 1889. Bertempat di Kabupaten Siak, Riau, kompleks istana ini terdiri atas empat istana.

Berkunjung ke kastil yang juga dikenal sebagai Istana Matahari Timur ini, kamu bakal disuguhi bangunan menawan dan berbagai peninggalan Kesultanan Siak, mulai dari koleksi senjata, furnitur yang diimpor langsung dari Eropa, dan alat musik yang pernah digunakan para bangsawan di sana.

5. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Wikimedia)
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Wikimedia)

Terakhir, berada di jantung Kota Yogyakarta, siapa yang nggak mengenal bangunan yang dibangun pada 1755 ini. Kendati sudah mengalami sejumlah perombakan karena penyerbuan musuh dan bencana alam, kompleks yang dibangun semasa Hamengkubuwono I ini masih kokoh hingga sekarang.

Nah, pada bagian istana yang dibuka untuk umum, salah satunya museum, kamu bisa menyaksikan pelbagai peninggalan dan koleksi raja-raja Yogyakarta masa itu.

Gimana, tertarik berwisata sejarah dan mencari tahu jejak monarki di Indonesia? Belajar sejarah jagan cuma lewat buku. Sesekali, kunjungi lokasi aslinya juga ya, Millens! (MG32/E03)