Menyusuri Selokan Mataram, Kanal yang Dibangun Pada Masa Penjajahan Jepang

Menyusuri Selokan Mataram, Kanal yang Dibangun Pada Masa Penjajahan Jepang
Selokan Mataram mengalirkan air dari Sungai Opak dan Sungai Progo. (Grid)

Sebelum Selokan Mataram dibangun, ada banyak persawahan yang terkena banjir luapan Sungai Opak dan Sungai Progo. Kedua sungai ini membuat para petani gagal panen dalam jumlah yang besar. Dengan dibangunnya Selokan Mataram, air dari dua sungai bisa diarahkan ke persawahan. Sepanjang apa ya selokan ini?

Inibaru.id – Masa perjuangan mengusir penjajah melahirkan banyak cerita, nggak terkecuali di Yogyakarta. Saat Jepang datang ke Nusantara dan menerapkan program kerja paksa, nggak sedikit masyarakat yang meninggal secara mengenaskan. Meski begitu, bukan berarti nggak ada perlawanan.

Demi melindungi rakyatnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX memerintahkan mereka untuk membangun selokan sepanjang 30 kilometer.

Sebelum berubah nama menjadi Selokan Mataram, Sultan Hamengku Buwono IX menamainya Kanal Yoshiro. Selokan ini berfungsi sebagai saluran air yang menghubungkan Sungai Progo dan Sungai Opak. Lewat selokan inilah, belasan ribu hektar sawah bisa diairi hingga sekarang.

https://4.bp.blogspot.com/-3I3r2qqx7PE/WgrJMqJNhgI/AAAAAAAACo0/Ky6gBjZ3Gxw1OuYkqqZW5NpD4B8t8ueFwCLcBGAs/s1600/foto1.jpg

Meski sudah berusia puluhan tahun, selokan ini masih digunakan, lo. (Presipricilia.blogspot)

Jika memilih menyusuri selokan ini ke arah barat, kamu bakal melintasi jalanan yang licin dan becek. Sepanjang perjalanan, kehidupan pedesaan bisa kamu saksikan lewat penduduk yang asyik bertani dan menggembala. Sesekali, perjalanamu bakal terhambat oleh sungai kecil yang dangkal.

Seperti saluran ke arah Sungai Progo, saat menyusuri saluran menuju Sungai Opak pun hamparan padi bakal menyambutmu. Untuk sampai ke hilir Selokan Mataram, kamu perlu melintasi beberapa wilayah yaitu Gejayan, Depok, Maguwoharjo, dan Kalasan. Di daerah Kalasan, pemandangan gagah Candi Tara bakal bikin kamu terpesona. Mumpung lewat sana, jangan lupa difoto ya. Ha-ha.

Capai? Hm, jika sudah sampai di hilir, istirahatlah sejenak sebelum lanjut pulang. Meski sekadar menyusuri selokan, tapi kegiatan ini tetap menyenangkan kan? Kapan-kapan, jelajahi bagian lain Yogyakarta yuk. (IB15/E03)