Menyusuri Jejak Semarang Masa Lampau di Kawasan Kauman

Menyusuri Jejak Semarang Masa Lampau di Kawasan Kauman
Sebelum dibangun Hotel Metro, kawasan ini merupakan alun-alun Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Berbagai bangunan di wilayah Johar hingga Kauman ini punya cerita yang mengasyikkan untuk dikulik. Misalnya kawasan perkantoran dan hotel yang berada di Jl. KH Agus Salim yang dulunya alun-alun Semarang, Semarang Plaza yang dulunya menjadi tangsi militer, dan masih banyak lagi.

Inibaru.id - Mengulik wajah Semarang di masa lampau buat saya selalu menarik. Rasanya seperti menaiki mesin waktu. Banyak fakta baru yang saya temukan. Seperti saat jalan-jalan sore saya bersama Bersukaria Walk beberapa waktu lalu.

Pratiwi Saraswati, Tour Guide Bersukaria Walk mengajak saya dan peserta turing lain menjelajah di sekitar Pasar Johar hingga blusukan di kampung-kampung di Kauman. Tiwi juga memberikan gambaran Semarang di masa lampau. Penasaran?

Hotel Metro

Tiga tukang becak sedang menunggu penumpang di seberang Hotel Metro Semarang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hotel dengan eksterior cokelat ini berdiri di atas wilayah yang dulunya digunakan sebagai alun-alun Semarang. Sambil menujukkan foto lawas, Tiwi mengungkapkan di alun–alun Semarang inilah pengibaran bendera merah putih kali pertama setelah Indonesia dinyatakan merdeka. “Bahkan sampai saat ini namanya masih jalan alun-alun,” tutur Tiwi.

Sayangnya saat ini nggak ada sedikit pun jejak keberadaan alun-alun. Namun kabarnya, pemerintah bakal membangun kembali alun-alun di lahan kosong di depan Masjid Kauman.

Semarang Plaza

Semarang Plaza. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bangunan yang berdiri di  Jl. KH. Agus Salim ini punya penampakan kokoh. Sejak dibongkar pada 2001, gedung tersebut difungsikan sebagai pusat perbelanjaan modern. Tapi siapa nyana bangunan ini dahulunya merupakan tangsi militer di zaman Belanda bernama de Werttenberge Kazerne? Tangsi militer ini dahulunya dihuni para tentara bayaran.

Pasar Johar

Tiwi membandingkan bangunan Pasar Johar masa kini dan masa lampau. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Nggak jauh dari tangsi militer, Pasar Johar berdiri. Pasar yang beberapa tahun lalu mengalami kebakaran hebat ini dahulunya merupakan penjara. Yap, pedagang yang berjualan merupakan pedagang pasar tiban yang mengggelar lapak di hari kunjungan.

Semakin lama, pedangang rutin berjualan setiap hari dan pemerintah berinisiatif untuk menanami pohon johar agar pedagang lebih tersusun dan rapi. Hal tersebut dibiarkan hingga 1831 yang kemudian dibangunkan pasar dengan tiang berbentuk menyerupai jamur.

Kawasan Kauman

Salah satu gapura kawasan Kauman. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Tiwi menuturkan, kawasan Kauman merupakan satu kawasan yang ditempati oleh pribumi. “Jika ada Pecinan untuk Tionghoa, Pekojan untuk kaum Koja, maka Kauman untuk para kaum,“ tutur Tiwi. Menurut Tiwi, “kaum” juga bisa merujuk pada kiai atau orang salih.

Di kawasan Kauman punya kampung bernama Kauman Kabupaten. Yap, di wilayah Kauman Kabupaten tersebut merupaan wilayah pusat pemerintahan Semarang di masa lampau. Salah satu masjid di sana pun diisukan mempunyai ruang bawah tanah sebagai tempat persembunyian.

Wah, seru juga ya mengatahui cerita sebuah tempat di masa lalu yang nggak banyak diketahui banyak orang. Jadi makin kaya wawasan deh! (Zulfa Anisah/E05)