Olahraga, Lalu Berwisata Sejarah di Benteng Hock, Tinggalan Belanda yang Kini Jadi Kantor Satlantas Salatiga

Olahraga, Lalu Berwisata Sejarah di Benteng Hock, Tinggalan Belanda yang Kini Jadi Kantor Satlantas Salatiga
Benteng Hock Salatiga. (Kompasiana)

Gedung ini nampak asing dan berbeda. Meskipun tua, ruang-ruangnya masih berfungsi sempurna. Lantaran difungsikan sebagai Kompleks Satlantas Salatiga, warga setempat kerap datang ke sana untuk mengurus SIM tau sekadar berolahraga.

Inibaru.id – Ada pemandangan berbeda jika kamu mengunjungi kantor Satlantas Salatiga. Yap, bangunan yang digunakan untuk uji coba para pengendara agar mendapatkan SIM itu memang sangat unik.

Memiliki dekorasi dengan warna biru yang dominan, bangunan tersebut terlihat gagah. Pintu utamanya berukuran sangat besar dengan daun-daun jendela yang berornamen indah. Nampak tua, tapi kekinian.

Begitulah kesan pertama dari bangunan yang dikenal dengan nama Benteng Hock ini. Menurut buku Inventarisasi Benda Purbakala dan Bangunan Bersejarah Kota Salatiga, Benteng Hock merupakan bangunan bersejarah tinggalan Belanda.

Gedung yang berada di Jalan Diponegoro ini jadi saksi kehidupan militer Belanda saat berada di Indonesia abad ke-19. Ketika itu, Belanda menjadikan Salatiga sebagai Garnisun karena posisinya strtegis di antara Solo dan Semarang.

Tepat setelah Perang Geger Diponegoro, Belanda memutuskan membangun Benteng Hock untuk asrama bagi para tentaranya. Mereka memilih Jalan Diponegoro yang dulu dikenal sebagai nama Jalan Toentang. Jalan tersebut merupakan kawasan elit bangsa Belanda.

Benteng Hock Salatiga. (Kompasiana)

Kemudian, selepas kemerdekaan, tepatnya pada 1947, bangunan tersebut dijadikan sebagai kantor kepolisian dan saat ini digunakan sebagai kantor Satlantas. Kini bangunan tersebut selalu ramai didatangi orang yang hendak membuat SIM.

Lapangan bagian depan dijadikan lokasi uji coba mengendarai, sedangkan bagian belakang menjadi gudang penyimpanan barang bukti kecelakaan.

Selain kantor kepolisian, warga juga kerap menajadikan lapangan itu sebagai tempat untuk berolah tubuh.

Kamu juga bisa, kok, ke sana. Datanglah saat sore hari agar bisa setali tiga uang untuk berolahraga dan menyusuri sejarah Salatiga! (IB06/E03)