Menyaksikan Wajah Jawa Kuno di Dusun Tanjung Yogyakarta

Menyaksikan Wajah Jawa Kuno di Dusun Tanjung Yogyakarta
Joglo di Desa Tanjung. (Bakpiamutiarajogja)

Dusun Tanjung memiliki sebuah bangunan khas yang bernama Joglo Tanjung. Rumah tradisional Yogyakarta ini sudah berusia 200 tahun, lo. Ada apa saja di dalamnya ya?

Inibaru.id – Monumen Jogja Kembali (Monjali) kerap menjadi pilihan berwisata sebagian orang saat berkunjung ke DI Yogyakarta. Kalau belum cukup, sekitar lima kilometer dari Monjali, ada sebuah dusun yang sebaiknya nggak kamu lewatkan, yakni Dusun Tanjung.

Berlokasi di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, dusun ini menawarkan suasana Jawa yang kental. Di sana, kamu bakal menjumpai sebuah Joglo berusia 200 tahun.

Rumah Joglo yang disebut Joglo Tanjung ini terbagi menjadi enam bagian, yaitu pendopo, pringgitan, ndalem longkangan, pawon, garasi kereta, serta kandang kuda. Usai direnovasi, kandang kuda berubah fungsinya sebagai tempat penyimpanan gamelan.

Di Desa Tanjung, kamu bisa merasakan gimana jadi petani. (Visitingjogja)

Selain mengeksplorasi Joglo Tanjung, kamu bisa melakukan aktivitas lain seperti menjajal kegiatan bertani. Biasanya, yang tertarik mempelajari aktivitas ini adalah wisatawan mancanegara.

Usai melakukan kegiatan bertani, jangan lewatkan untuk menonton atraksi Ciciblung. Atraksi ini menarik karena pesertanya menghasilkan nada dengan cara menepuk aliran air di sungai. Dari tepukan itu, terciptalah bunyi yang unik.

Apa lagi yang bisa kamu lakukan di sana? Selain membatik, kamu bisa menonton beragam kesenian dan tradisi dusun ini. Kesenian Dusun Tanjung antara lain Tari Klasik, Tari Angguk Putri, Jathilan, dan Karawitan.

Untuk menikmati tur ke dusun ini secara lengkap, kamu hanya perlu membayar Rp 50 ribu. Biaya itu sudah termasuk makan tiga kali sehari, lo. Murah, kan?

Ah, pengin menyepi ke Dusun Tanjung, nih! Ada yang pengin ikutan? (IB10/E03)