Menjelajahi Candi Kethek, Candi Peninggalan Hindu di Jenawi Karanganyar

Candi Kethek menjadi salah satu candi yang bisa kamu kunjungi jika sedang berada di Karanganyar, Jawa Tengah. Dengan arsitekturnya yang unik, candi ini bisa menjadi salah satu spot foto yang oke. Seperti apa ya?

Menjelajahi Candi Kethek, Candi Peninggalan Hindu di Jenawi Karanganyar
Candi Kethek. (Ngargoyoso.com)

Inibaru.id – Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang menyimpan candi-candi sebagai tempat bersejarah. Berkunjung ke kabupaten ini kurang lengkap rasanya kalau nggak mengunjungi Candi Kethek. Yap, candi yang berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi ini cocok buat kamu yang suka blusukan mencari tempat wisata yang keren. 

Piknik bersama teman-teman di Candi Kethek seperti ini juga asyik, lo. (kriyayoganusantara.files.wordpress.com)

Dari luar, bentuk Candi Kethek menyerupai piramida dengan atap yang terpenggal. Pepohonan pinus yang mengelilingi candi ini menambah kesan menenangkan bagi pengunjung. 

Sesuai dengan namanya, Candi Kethek dulunya memang menjadi persinggahan para kera. Berukuran sekitar 20 x 30 meter, candi ini berbentuk empat teras berundak. Pada teras pertama hingga teras ketiga, kamu nggak akan menjumpai apapun selain tanah yang dibatasi susunan batu kali. Kamu baru akan menemukan bangunan kecil yang dipakai sebagai tempat upacara pada teras keempat. Sebelum sampai di teras keempat, kamu akan menjumpai sebuah pohon besar yang batangnya dibalut kain putih di teras ketiga.

Jalan menuju Candi Kethek. (ctzahra.files.wordpress.com)

Mengelilingi Candi Kethek lebih jauh, kamu akan menemukan patung kura-kura di setiap anak tangga. Keberadaan patung ini konon memperkuat asumsi bahwa Candi Kethek merupakan candi peninggalan kaum Hindu karena kura-kura merupakan lambang Dewa Wisnu. Pembangunan candi dimungkinkan terjadi pada sekitar abad 15 atau 16 Masehi, Millens.  Hm, nggak jauh beda dengan masa pembangunan Candi Cetho, ya.

Baca juga: Eksotisme Wisata Candi Cetho dengan Beragam Mitosnya

Candi ini ditemukan tiga arkeolog Belanda bernama Verbeek, Van der Vlis, dan Hoepermans pada tahun 1842. Barulah pada tahun 1982, asisten pribadi Presiden Soeharto Soedjono Hoemardani memugarnya supaya kian cantik. Kamu yang pengin eksis di Instagram tentu bisa menjadikan candi ini sebagai latar foto.

Eh, Candi Kethek ini bisa kamu kunjungi setiap hari pada pukul 08.00 – 18.00 WIB, lo. Harga tiket masuknya pun terjangkau, hanya Rp 5.000 perorang. Lokasinya nggak jauh kok dari Candi Cetho. Cukup berjalan 15 menit untuk menuju ke sana.

Memang kamu harus menyusuri jalan setapak di kaki Gunung Lawu tapi semua lelahmu bakal diganjar dengan pemandangan alam yang ciamik. Nggak bakal berasa berat deh. Nah, biar jalan-jalanmu makin asyik, jangan lupa ajak teman. Tapi kamu tetap kudu hati-hati ya karena jalan ini licin saat tersiram hujan.

Jadi, kapan kamu berkunjung ke candi ini? (IB15/E05)