Menyesap Teh Langsung dari Asalnya di Agrowisata Pagilaran

Menyesap Teh Langsung dari Asalnya di Agrowisata Pagilaran
Kebun teh Pagilaran. (Wisatajateng.com)

Mau menjajal keseruan jalan-jalan di antara kebun teh dan mencoba memetik daun teh? Kalau iya, berarti kamu wajib mengunjungi Kebun Teh Pagilaran yang berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Inibaru.id – Main-main ke kebun teh tampaknya menyenangkan, ya, Millens? Nah, kalau kamu sedang berada di sekitar Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang, kamu perlu berkunjung ke Kebun Teh Pagilaran.

Kebun teh seluas 1.130 hektare ini menawarkan panorama pegunungan yang asri dan hijau. Udaranya sejuk banget, lo. Bahkan, pada pagi hari suhunya bisa mencapai 16 derajat. Wajar saja, ini dikarenakan posisi kebun teh yang berada 600 hingga 1.600 meter di atas permukaan air laut.

Yang asyik, kamu juga bisa melihat proses pembuatan teh di pabrik peninggalan Belanda yang masih beroperasi. Setiap tahun, sekitar 8.000 ton teh diproduksi, seperti ditulis Kompas.com (3/5/2018). Kebun ini mengirim teh hitam dan teh hijau premium ke Jepang, Inggris, Rusia, dan Amerika. Kurang lebih 70-80 persen teh Pagilaran memang diprioritaskan untuk diekspor, Millens.

Selain melihat proses pembuatan teh, kamu juga bisa sekaligus menilik mesin-mesin teh "kuno" yang berukuran cukup besar. Oya, untuk proses produksi, kamu hanya bisa mengamatinya via layar kaca agar proses itu tetap terjaga higienitasnya. 

Pagilaran. (Kompas.com)

Tea Walk

Agrowisata Pagilaran bakal cocok banget kamu jadikan sebagai lokawisata keluarga, untuk reunian, atau sekadar ngumpul bareng komunitas. Nggak perlu bingung jika pengin bermalam di sini, karena ada sejumlah hotel, vila, atau losmen yang bisa kamu sewa. Harganya juga cukup bersahabat.

Esoknya, kamu bisa menikmati jalan-jalan santai di kebun teh, yang biasa disebut "tea walk", sepanjang kurang lebih enam kilometer. Ada dua trek yang bisa kamu pilih. Kamu bisa berjalan di perkebunan sekitar pabrik atau terlebih dahulu naik truk menuju dataran yang lebih tinggi sekitar tiga kilometer dari tempatmu menginap.

Banyak spot foto menarik untukmu berswafoto. Untuk kamu yang nggak suka berswafoto, sejumlah objek menarik juga bisa kamu bidik jika beruntung, misalnya para ibu pemetik teh yang biasa bekerja sejak pagi buta.

Puas tea walking, jangan lupa mencicipi teh produksi Pagilaran. Produk mereka memang nggak banyak dijual di Indonesia, tapi tetap bisa kamu beli di kantor agrowisata tersebut. Kamu bisa minum teh di tempat atau membeli teh bubuk sebagai oleh-oleh. Harganya variatif, mulai dari Rp 800-350.000.

Pagilaran. (Wovgo.com)

Kebun teh Pagilaran berada di Kecamatan Blado. Dari alun-alun kota, kamu harus menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam berkendara ke arah selatan. Begitu tiba di Blado, kamu bakal dipandu papan penunjuk arah yang banyak terpasang di pinggir jalan.

Tikungan tajam dan jalur yang menanjak sepanjang jalan akan terbayarkan begitu kamu memasuki wilayah agrowisata dengan tiket masuk sekitar Rp 5.000 ini. 

Buat kamu pencinta teh, datanglah ke sini setidaknya sekali dalam hidupmu, Millens! Kamu nggak bakal menyesal! Ha-ha. (IB08/E03)