Nggak Cuma Muncak, Kamu Juga BIsa Berperahu di Bukit Tampomas

Nggak Cuma Muncak, Kamu Juga BIsa Berperahu di Bukit Tampomas
Menikmati keindahan Bukit Tampomas dari perahu. (Instagram/exploretampomas)

Di bukit tapi ada danaunya? Kamu bisa menikmati wisata indah tersebut di Bukit tampomas Banjarnegara, Jawa Tengah.

Inibaru.id – Bukit dan pegunungan didambakan wisatawan karena menawarkan keindahan alam khas ketinggian yang sejuk dan umumnya dipenuhi tanaman hijau. Jika ada bonus mengarungi telaga, tentu akan lebih menyenangkan. Yap, ini bisa dilakukan di Bukit Tampomas, Banjarnegara.

Berlokasi di Desa Gentansari, Kecamatan Pagedongan, bukit yang merupakan bagian dari barisan pegunungan kapur tersebut memang memiliki ceruk besar sedalam tiga meter yang digenangi air. Jadi, selain "muncak". kamu juga bisa mengarungi ceruk itu karena pengelola menyediakan perahu sewa.

Wisatawan sedang berswafoto dengan latar keindahan Bukit Tampomas (Liputan6)

Di sana, kamu bisa berkeliling ceruk dengan berperahu. Cukup membayar seharga Rp 5.000 saja, kamu sudah bisa menikmati keindahan Bukit Tampomas dari atas perahu. Tampak menarik?

Jika nggak pengin berkeliling dengan perahu, ada pula kuda lengkap dengan pendampingnya yang siap mengajakmu berjalan-jalan di bukit kapur tersebut.

Mengarungi ceruk di Tampomas. (Instagram/katenk63)

Nggak hanya itu, usai berkeliling, kamu bisa istirahat di beberapa saung sambil menikmati makanan atau minuman yang dijajakan di sana.

Semilir angin dan barisan bukit yang memagari cerukan air akan jadi pemandangan indah yang nggak terlupakan saat berada di Bukit Tampomas.

Berawal dari Lokasi Penambangan

Bukit Tampomas. (Tribunnews)

Dikutip dari Liputan6 (5/7/2018), gunung batu ini sejatinya merupakan area tambang pada 1984. Penambangan dilakukan untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Mrican, Banjarnegara.

Nah, penambangan batu itu meninggalkan lubang menganga seluas 1,8 hektare yang jika hujan dipenuhi air.

Berperahu di pegunungan, tampak menyenangkan, bukan? (Instagram/lovebanjarnegara)

Selesai pembangunan waduk waduk dibangun, alih-alih ditutup, penambangan batu tetap berjalan. Penambang legal dengan alat berat digantikan para penambang batu liar dari luar desa yang bekerja dalam kelompok-kelompok kecil.

Namun, di mana ada air, di situ selalu ada ikan. Para pemancing menyadarinya. Tempat tersebut pun menjadi tempat memancing yang baru. Tak hanya memancing, alam yang kembali asri juga dimanfaatkan warga setempat untuk bertamasya.

Wisatawan sedang berswafoto dengan latar keindahan Bukit Tampomas (Dreamgedejogja.blogspot)

Awal 2018, pemerintah setempat, bekerja sama dengan dan pemuda karang taruna Desa Gentasari, mulai memoles tempat ini. Tempat peristirahatan dan pelbagai fasilitas dibangun di sekitar ceruk Tampomas untuk melayani wisatawan yang berkunjung.

Prewed di sini? Boleh juga. (Instagram/hunt_photowork)

Sebagian besar pengelolanya adalah bekas penambang yang sebelumnya menggantungkan nasib dengan mengayun godam dan mengangkut batu-batu. Mereka membuka warung atau membantu di pekerjaan lain di lokasi tambang yang kini dibuah menjadi destinasi wisata ini.

Kini, tiada lagi lokasi tambang, berganti menjadi danau yang cantik di tengah bukit kapur bertebing tinggi yang menarik untuk diarungi. Berminat ke sini? (IB06/E03)