Klenteng Hok Tek Bio, Saksi Sejarah Masuknya Ajaran Buddha ke Salatiga

Klenteng Hok Tek Bio, Saksi Sejarah Masuknya Ajaran Buddha ke Salatiga
Klenteng Hok Tek Bio. (Trip Advisor)

Warna merah menyimbolkan kebahagiaan dan kesuksesan. Di sisi lain, warna kuning keemasan memiliki arti sifat ketuhanan atau keagamaan. Kedua warna tersebut membaur indah di dinding klenteng Hok Tek Bio.

Inibaru.id Millens, sesekali kamu harus coba hal beda saat berada di Salatiga. Yap, menonton pertunjukan wayang potehi salah satunya!

Bingung cari pertunjukan wayang yang terbuat dari kain tersebut? Cobalah datang ke Klenteng Hok Tek Bio Salatiga. Di sana, kerap ditampilkan pertunjukan brongsai atau wayang potehi saat hari-hari spesial atau perayaan.

Tempat Ibadah Tri Dharma Hok Tek Bio atau biasa disebut Klenteng Hok Tek Bio berada di Jalan Sukowati No 13, Kalicacing, Sidomukti, Kota Salatiga. Kamu harus tahu, Millens, klenteng ini merupakan saksi sejarah masuknya ajaran agama Buddha di Kota Salatiga.

Selain itu, Klenteng Hok Tek Bio juga menjadi simbol dari keberadaan penganut Tri Dharma, yakni kombinasi antara agama Budha, Khong Hu Cu, dan Taoisme, di Saltaiga.

Klenteng Hok Tek Bio. (Trip Advisor)

Dibangunnya klenteng ini menandakan masuknya pengaruh Tionghoa ke daerah dengan julukan Kota Hati Beriman tersebut.

Kapan klenteng ini berdiri, belum ada yang bisa menjelaskan. Namun, yang pasti prasasti marmer beraksara Tiongkok telah mengisahkan pemugaran klenteng ini pada 1872.

Dilansir dari Situsbudaya.id, menurut Hamdi Chan, juru kunci Klenteng Hok Tek Bio, klenteng yang didominasi warna merah dan kuning keemasan ini dibangun dengan memiliki sembilan altar (meja pemujaan). Hamdi, yang sudah 20 tahun di sana, memaparkan bahwa sembilan altar tersebut berada di sembilan ruang.

Ruang paling depan pada bangunan utama yang bentuknya menyerupai huruf T terbalik adalah ruang penyembahan Thian Than (Tuhan Yang Maha Esa). Ruang tengah yang merupakan ruang utama terdapat altar Dewa Bumi (Hok Tek Cing Sien) beserta dewa lain dan pengawalnya.

Di sebelah timur, terdapat dua ruang penyembahan, yakni ruang penyembahan Dewi Welas Asih (Mak Co Kwan Im) dan ruang penyembahan Dewa Rezeki.

Sementara, di sebelah barat ruang utama juga terdapat dua ruang penyembahan, yakni ruang penyembahan Dewi Lautan (Mak Co Thian Siang Sing Bo) dan ruang penyembahan Smiling Budha (Budha yang selalu tersenyum).

Klenteng Hok Tek Bio. (Trip Advisor)

Terpisah dari bangunan utama, pada sebelah barat terdapat bangunan memanjang ke utara yang berisi tiga ruang penyembahan. Ruang paling utara terdapat altar Budha Sidharta Gautama, sedangkan ruang tengah terdapat altar Thay Sang Lo Kun. Sementara, ruang paling timur terdapat altar Nabi Khong Hu Cu.

Salah satu keunikan dari Klenteng Hok Tek Bio ini adalah sebuah tampa bulat yang terbuat dari bambu yang tergantung di langit-langit ruang penyembahan Dewa Bumi.

Menurut Hamdi, keberadaan tampa yang sudah berwarna hitam tersebut adalah peringatan agar tidak bersumpah di dalam klenteng, kecuali atas perintah pengadilan. Itu karena orang yang melakukan sumpah bohong diyakini akan menerima risiko yang besar dan buruk.

Oya, kalau mau berkunjung ke sana, jangan lupa untuk tetap tertib dan tenang sebagai bentuk menghargai rumah ibadah, ya! (IB06/E03)