Lebih Dekat dengan Dunia Musik Indonesia di Museum Lokananta

Lebih Dekat dengan Dunia Musik Indonesia di Museum Lokananta
Sebelum menjadi museum, Lokananta merupakan perusahaan musik pertama di Indonesia. (Liputan6)

Jika kamu mengaku menjadi pencinta musik, mendengar nama "Museum Lokananta" mungkin bakal mengingatkanmu pada piringan hitam. Ya, sebelum menjadi museum seperti sekarang, Lokananta merupakan perusahaan musik pertama di Indonesia. Sudah pernahkah kamu menengok museum di Kota Solo ini?

Inibaru.id – Selain museum keris, museum batik, dan museum karya seni, Kota Solo di Jawa Tengah memiliki museum musik yang sebaiknya kamu kunjungi. Museum Lokananta, yap, begitulah namanya.

Museum yang berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 379, Kerten, Kecamatan Laweyan cocok untuk kamu yang mengaku sebagai penggemar musik.

Berdiri sejak 29 Oktober 1956, Museum Lokananta digagas oleh Raden Ngabehi Soegoto Soerjodiporo dan Oetojo Soemowidjojo. Menilik arti namanya, lokananta berarti gamelan dari khayangan bersuara merdu. Hm, arti yang sangat puitis.

Sebelum menjadi museum seperti sekarang, Lokananta adalah perusahaan musik pertama di Indonesia. Dari perusahaan inilah nama-nama besar musikus keroncong lahir. Gesang, Bing Selamet, hingga Titiek Puspa pernah melakukan sesi rekaman di sana.

Selain musikus lawas, grup band indie yang memilih genre dan penampilan lawas, White Shoes & Couples Company, juga pernah rekaman di tempat ini.

https://www.beritainspiratif.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190613-WA0027.jpg

Mesin rekaman di museum ini menghasilkan kualitas yang oke, lo. (Berita Inspiratif)

Walaupun kelihatan sudah kuno, mesin-mesin rekaman ini masih bisa dipakai, lo. Speaker buatan James Bullough Lancing yang menjadi salah satu koleksi museum tersebut bahkan konon hanya tersisa satu saja di dunia.

Selain speaker zadul, kamu juga bisa melihat mesin pemotong pita hingga pemutar piringan hitam. Usianya? Hm, jangan ditanya. Mungkin, seumuran dengan orang tuamu. Ha-ha.

O ya, bicara soal koleksi, Museum Lokananta memiliki sekitar 50 ribu piringan hitam, lo. Kalau penasaran, kamu bisa mengunjungi museum ini pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk masuk ke sana, kamu nggak perlu merogoh kocek sama sekali. Menyenangkan kan?

Menambah wawasan bisa dilakukan di mana saja, termasuk di museum. Nah, kalau selama ini kamu malas ke museum, mulai sekarang sisihkan waktumu untuk mengunjunginya ya. Bukankah belajar hal baru setiap hari itu seru? (IB15/E03)