Mengulik Sejarah Desa Manding, Desa Pusat Kerajinan Kulit di Yogyakarta

Mengulik Sejarah Desa Manding, Desa Pusat Kerajinan Kulit di Yogyakarta
Sepatu kulit di Desa Manding bisa kamu tawar, lo. (sewamobiljogja)

Sebagai pusat kerajinan kulit, Desa Manding dulunya dikembangkan oleh tiga pemuda. Tiga pemuda ini berhasil membangkitkan ekonomi warga lewat produk kulit yang murah dan berkualitas. Kini, Desa Manding nggak hanya dikenal konsumen nasional, tapi juga konsumen internasional.

Inibaru.id – Tas, dompet, hingga ikat pinggang berbahan kulit adalah benda-benda yang dengan mudah bisa kamu jumpai di Desa Manding, Yogyakarta. Sebagai sentra pembuatan kerajinan kulit, kamu bisa mendapatkan barang-barang itu dengan harga yang juga lebih murah.

Kualitas yang oke dan harga yang murah ini mungkin nggak bisa kamu dapatkan jika Desa Manding nggak berdiri.

Sebelum menjadi pusat kerajinan kulit seperti sekarang, usaha di sana dulunya dibentuk oleh tiga pemuda. Tiga pemuda ini adalah Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo, dan Wardi Utomo. Mereka sempat bekerja di sebuah perusahaan sepatu Yogyakarta hingga 1947 sebelum memutuskan keluar.

Sejak itu pula, Prapto, Ratno, dan Wardi memulai bisnis kerajinan kulit mereka di Jalan Dr Wahidin.

Tas-tas lokal ini nggak kalah keren, lo, dibandingkan merek-merek luar negeri. (BukaReview/Luthfa Nurridha)

Sepuluh tahun kemudian, usaha mereka menampakkan hasilnya. Desa Manding berkembang pesat hingga 1980-an lantaran berhasil menarik perhatian pasar nasional. Di sana, pembeli bisa mendapatkan jaket hingga ikat pinggang dengan harga yang lebih murah.

Kini, Desa Manding memiliki sekitar 40 toko yang bisa kamu jelajahi. Produk-produk desa ini juga cukup sering diekspor ke Timur Tengah dan Spanyol.

Kalau kamu pengin dapat harga yang murah, jangan lupa menawar ya. Kalau kamu menawar dalam bahasa Jawa, potongan harga yang kamu dapatkan bisa lebih banyak, lo. Hm, kamu yang nggak bisa berbahasa Jawa mungkin perlu sedikit berlatih sebelum ke sana. He-he.

Eh, kamu pengin beli produk apa nih? Karena produk berbahan kulit biasanya membutuhkan perawatan khusus, jangan lupa bertanya pada penjualnya ya. Nggak pengin kan tasmu berjamur karena nggak tahu cara merawatnya? (IB15/E03)