Jejak Syekh Jangkung di Sebuah Rumah Joglo

Saridin alias Syekh Jangkung adalah murid Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga yang namanya sangat populer di Pati, Jawa Tengah. Salah satu jejaknya berupa rumah joglo kini ada di Kampung Djowo Sekatul, Kendal, Jawa Tengah. Seperti apa kekhasan joglo tersebut?

Jejak Syekh Jangkung di Sebuah Rumah Joglo
Rumah Joglo Saridin tampak depan. (Kompas.com)

Inibaru.id – Ada tokoh ikonik yang melegenda di daerah Pati, Jawa Tengah. Dia adalah Syekh Jangkung atau Saridin, yang kisahnya sering ditampilkan dalam pentas ketoprak dan pernah difilmkan.

Salah satu kisah Saridin yang terkemuka adalah ketika dia berguru pada Sunan Kudus. Para santri saat itu diminta untuk mengisi bak air menggunakan keranjang. Saridin berhasil mengisi penuh bak air. Saridin juga merupakan murid Sunan Kalijaga. Berbekal ilmu-ilmu itulah, Saridin pun menjadi penyebar agama Islam di daerah Pati.

Makam Saridin berada di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Para peziarah kerap datang ke sana.

Selain makam, ada peninggalan Saridin yang masih bisa kita temui sampai sekarang. Itu adalah rumah joglo di Kampoeng Djowo Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rumah joglo ini disebut Joglo Saridin.

Baca juga:
Pesona Senja di Pantai Kertomulyo, Pati
Mau Berselancar atau Berkuda? Ke Pantai Widarapayung Yuk!

Dulunya, rumah tersebut dimiliki Retno Anjali, kakak Sultan Agung Anyokrokusumo yang menjadi istri Saridin. Rumah joglo tersebut adalah hadiah dari sayembara yang dimenangkan Saridin.

Sebelum dibeli Kampung Djowo Sekatul, rumah Joglo Saridin ini sempat akan dijual kepada seseorang dari Jepang. Tetapi, ada kejadian ganjil saat hendak dipindah, yaitu rumah tersebut tidak bisa diangkat ke truk.

“Karena itulah, ahli waris memilih menjual kepada kami dan atas seizin Allah, Joglo Saridin bisa dibawa sampai ke sini,” jelas Elly Rusmilawati, Humas Kampoeng Djowo Sekatul, seperti ditulis kompas.com (1/3/2018).

Nah, pemindahan rumah Joglo Saridin ke Sekatul berawal dari keinginan pemilik Kampung Djowo, Kanjeng Pangeran Adipati Haryo Herry Djojonegoro. Tahun 2009 lalu, dia melihat rumah tersebut dalam kondisi lengkap. Demi melestarikannya, rumah itu pun dibeli dan dibawa ke Sekatul.

Rumah Joglo Saridin dibagi menjadi dua, yaitu Omah Lanang dan Omah Wedok. Omah Lanang digunakan sebagai pendapa. Sementara, Omah Wedok yang berada di belakangnya digunakan sebagai tempat duduk kerajaan atau pertemuan khusus para raja.

Di Kampoeng Djowo Sekatul, rumah Joglo Saridin semakin mempercantik puluhan joglo yang ada di sana. Yap, di sana memang ada enam joglo besar serupa yang memiliki sejarahnya masing-masing, yaitu Ndalem Bagan, Ndalem Bonokeling, Ndalem Joyokusumo, Ndalem Jayengan, Ndalem Gethuk, dan Joglo Sardirin. Selain itu, dengan luas lahan 12 hektare, ada 25 joglo-joglo kecil yang bisa kamu lihat dengan leluasa.

Baca juga:
Memburu Sunrise di Puncak Gunung Kunir, Purworejo
Menikmati Hutan dan Pantai di Watu Layar, Lasem

Perlu dicatat nih, Millens, bahwa Joglo Saridin nggak disewakan. Tetapi, kamu bisa menyewa joglo besar lainnya sebagai tempat resepsi perkawinan, seminar, maupun kegiatan lainnya, kok.

Ketika berkunjung ke tempat wisata yang dibangun pada 1998 tersebut, pengunjung bisa menikmati keunikan rumah joglo besar, termasuk keantikan isinya. Pernak-pernik, ornamen, hiasan, ukiran, dan furnitur Jawa Klasik menjadi objek yang disenangi pengunjung.

Jalan-jalan sekaligus belajar sejarah seru juga, ya? Yuk, agendakan ke sana! (AYU/SA)