Menguak Makna Kaca Patri Lawang Sewu Semarang

Menguak Makna Kaca Patri Lawang Sewu Semarang
Kaca patri Lawang Sewu selalu menjadi spot favorit bagi pengunjung untuk berfoto. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kalau kamu ke Lawang Sewu pasti nggak akan asing dengan kaca patri yang satu ini. Sebab lokasinya pun juga menjadi spot favorit untuk foto-foto. Nggak cuma jadi penghias, kaca ini ternyata memiliki arti penting bagi pemerintah kolonial Belanda. Kira-kira apa ya?

Inibaru.id - Kalau kamu pernah menonton film Ayat-ayat Cinta 2 pasti akan menemukan kaca warna-warni bergambar ini di Lawang Sewu. Kaca Patri ini merupakan lokasi terbaik bagi para pengunjung untuk mengabadikan diri.

Bukan sekadar pajangan, Millens, kaca patri ini memiliki makna khusus. Menurut Manajer Museum Lawang Sewu dan Indonesian Railway Museum Trisna Cahyani pada Jumat (31/1), motif kaca ini memiliki arti penting untuk pemerintah kolonial Belanda.

Pengunjung mencoba mengabadikan diri di kaca patri. (Inibaru.id/Audrian F)<br>
Pengunjung mencoba mengabadikan diri di kaca patri. (Inibaru.id/Audrian F)

“Masing-masing memiliki arti. Terutama berkaitan dengan perjalanan Belanda dalam menguasai Nusantara,” ujarnya.

Kaca patri Lawang Sewu terdiri dari bagian atas, bawah, kiri dan kanan. Pembuatnya adalah seorang seniman bernama Johannes Louresa Schouten.

Bagian Kiri dan Kanan

Pada bagian kiri didominasi dedaunan. Tandanya lukisan tersebut menggambarkan kemakmuran baik flora maupun fauna di Pulau Jawa serta keindahan alamnya.

Lukisan kaca patri Lawang Sewu memiliki banyak makna<br>
Lukisan kaca patri Lawang Sewu memiliki banyak makna

Sementara untuk kanan, menggambarkan bagaimana Kota Semarang dan Batavia (yang kini menjadi Jakarta) kala itu.

Bagian Tengah Atas

Bagian atas menunjukan kalau Kota Semarang dan Batavia merupakan pintu maritim di Pulau Jawa. Untuk diketahui memang kedua tersebut di zaman kolonial memiliki pelabuhan besar yang menjadi jalur perdagangan.

Tengah Bawah

Gambar Dewi Fortuna dan Dewi Venus. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Gambar Dewi Fortuna dan Dewi Venus. (Inibaru.id/ Audrian F)

Lukisannya menggambarkan dua wanita yaitu Dewi Fortuna dan Dewi Venus. Dua dewi tersebut melambangkan keberuntungan yang disertai cinta dan kasih. Maksudnya agar Belanda selalu diberkahi keberuntungan dan kejayaan selama di Nusantara.

Secara Keseluruhan

Sesuai yang disampaikan oleh pengelola museum Lawang Sewu di awal tadi, kaca patri memiliki makna penting bagi Belanda. Yakni dengan penggambaran secara simbolik kota-kota di Belanda, antara lain seperti Amsterdam, Rotterdam, dan Den Haag. Dewi Fortuna dan Venus tadi merupakan suatu harapan agar Belanda bisa terus jaya dalam mengeksploitasi kekayaan flora dan fauna Nusantara sampai menuju tujuannya yakni gold, glory, dan gospel.

Gimana, Millens, kamu sudah tahu belum? (Audrian F/E05)