Mengintip Lumina, Objek Wisata Baru di Grand Maerokoco

Mengintip Lumina, Objek Wisata Baru di Grand Maerokoco
Rumah adat dari berbagai negara di dunia bakal berderet menambah koleksi di Grand Maerokoco. (Inibaru.id/ Audrian F)

Di Grand Maerokoco akan ada objek wisata baru bernama Lumina. Seperti apa ya bentuknya?

Inibaru.id - Pandemi corona dalam beberapa bulan terakhir berdampak besar bagi pemasukan segala sektor usaha, termasuk pariwisata. Namun, ini rupanya juga jadi waktu yang tepat untuk berbenah, dari renovasi hingga bikin wahana baru. Inilah yang dilakukan PRPP Jateng, tepatnya di Maerokoco.

Sempat ditutup lantaran pandemi, lokawisata andalan Kota Semarang yang terkenal dengan miniatur rumah adat pelbagai daerah di Jawa Tengah itu saat ini rencana bakal diberi tambahan objek wisata baru. Lumina Grand Maerokoco, namanya.

Lumina berlokasi nggak jauh dari wahana becak air dan hutan mangrove. Direktur PT PRPP Jawa Tengah Dra Titah Listiorini MM menjelaskan, bangunan-bangunan baru ini berbentuk miniatur rumah adat, sejalan dengan Maerokoco. Bedanya, yang baru ini bukan rumah adat lokal, tapi mancanegara.

“Kami ambil masing-masing dari lima negara, yakni dari Jepang, Turki, Meksiko, Santorini (Yunani), dan Arab,” jelasnya.

Masih dalam proses pembangunan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Masih dalam proses pembangunan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Masing-masing bangunan tersebut ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi (3D). Hm, bukan rumah yang bisa dimasuki sih, tapi kamu tetap bia berfoto-foto di depan rumah tiruan tersebut. Jadi, kamu bisa mengabadikan diri di sini.

Nggak cuma berfoto, nantinya pengelola Grand Maerokoco juga akan mempersiapkan pernak-pernik seperti lampu dan hiasan khas tiap negara, serta pakaian daerah asal negara tersebut.

“Harapan kami, pengunjung bisa menikmati kekhasan dari mancanegara,” tutur Titah, sapaan akrabnya.

Lumina saat ini masih dalam proses pembangungan. Titah menambahkan, kawasan yang dialokasikan sebagai Lumina itu semula hanyalah lahan kosong yang kumuh dan becek, yang masuk ke dalam kawasan mangrove buatan di Grand Maerokoco.

Direktur PT PRPP Jateng, Titah Listiorini, nggak ingin menghilangkan mangrove meski akan membuat objek wisata baru. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Direktur PT PRPP Jateng, Titah Listiorini, nggak ingin menghilangkan mangrove meski akan membuat objek wisata baru. (Inibaru.id/ Audrian F)

Eits, kendati berada di kawasan mangrove, bukan berarti pembangunan Lumina bakal mengorbankan hutan bakau yang tumbuh asri di kawasan wisata tersebut, kok. Titah mengungkapkan, hutan mangrove saat ini justru merupakan ciri khas dan menjadi daya tarik wisatawan ke Maerokoco.

“Oh, tentu tidak (dihilangkan). Kami nggak akan menghilangkan ciri khas kami,” akunya.

Titah menambahkan, hingga kini Grand Maerokoco masih punya misi yang sama, yakni memberikan edukasi kepada pengunjung terkait pentingnya hutan bakau, mulai dari ekosistem hingga manfaat tanaman yang telah dibudidayakan sejak 2007 tersebut.

Diperkirakan pada September objek wisata Lumina sudah bisa dikunjungi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Diperkirakan pada September objek wisata Lumina sudah bisa dikunjungi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Oya, sebagai informasi, bertambahnya wahana baru ini bakal membuat harga tiket masuk Grand Maerokoco naik. Eits, tenang, nggak terlalu mahal, kok! Harga tiket yang semula dibanderol Rp 10 ribu per orang bakal naik menjadi Rp 15 ribu saat Lumina resmi beroperasi.

“Harga tersebut sudah kami perhitungkan. Dan, bisa dibuktikan, dibanding objek wisata lain di Kota Semarang, harganya terbilang murah,” pungkasnya.

Nah, buat kamu yang sudah penasaran bakal kayak gimana wahana baru tersebut, nantikan kehadirannya September mendatang ya. Namun, ingat, tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat ya. Wisata boleh, teledor jangan! (Audrian F/E03)