Menghirup Sejuknya Udara di Wisata Edukasi Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen

Nggak pengin peristiwa tsunami Pangandaran terulang lagi di tempat ini, warga kompak menanam bibit-bibit bakau. Kini, yang mereka tanam sudah menjadi belantara hutan mangrove yang menunjukkan pesonanya.

Menghirup Sejuknya Udara di Wisata Edukasi Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen
Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen. (Instagram/ariisuswanti)

Inibaru.id - Datang ke Kabupaten Kebumen, sempatkanlah waktu untuk mampir ke pantai terkenal yang ada di sana: Pantai Ayah! Yap, nggak cuma ada laut yang membentang luas, di sana juga ada yang “hijau” nan menyegarkan mata.

Tentu saja yang dimaksud adalah hutan mangrove di pantai tersebut. Di sana, ada pohon mangrove tumbuh rimbun, komplet dengan ekosistemnya yang beragam, lo.

Pohon bakaunya banyak dan bervariasi. Fauna penghuninya juga  macam-macam, mulai dari burung, siput, keong, ikan, kepiting dan hewan lainnya. Bahkan, konon ada kakap putih yang telah punah sejak 40 tahun lalu.  

Jangan khawatir jika ingin masuk ke belantara hutan mangrove. Ada jembatan-jembatan panjang yang bisa kamu lalui perlahan sambil menghirup dalam-dalam oksigen yang ada di sana. Spot selfie juga pastinya banyak, dong.

Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen. (Atmosferku)

Dahulu, hutan mangrove Pantai Ayah nggak seasri sekarang. Flashback ke belakang, hutan ini ada berkat kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya perisai pantai, yakni tanaman bakau.

Sempat menjadi tempat yang rusak pada tsunami Pangandaran 2006, Pantai Ayah pun berbenah. Ribuan bibit bakau ditanam di beberapa area, meski ada beberapa titik dengan pohon bakau yang sudah kokoh berdiri.

Kini, hutan bakau Pantai Ayah akan terus dikembangkan menjadi lokasi wisata kebanggaan Kebumen. Lebih dari itu, setiap pengunjung juga diharapkan bakal mendapatkan edukasi seputar pelestarian hutan mangrove berikut ekosistem yang ada di dalamnya.

Hutan Mangrove Pantai Ayah Kebumen. (Instagram/andraprihananto)

Saat datang ke sana, sebaiknya kamu memanfaatkan jasa pemandu wisata. Mereka bakal memberitahu bagaimana “etika” masuk ke hutan bakau.

Ekosistem burung misalnya, bakal stres jika ada orang yang nggak ramah datang ke areanya. Kamu juga nggak diperbolehkan sembarangan menjadikan akar tumbuhan bakau untuk pegangan, karena bisa jadi akar itu masih baru sehingga bisa patah dan rusak kalau jadi pegangan.

Nah, itulah hutan mangrove Pantai Ayah. Bertandang ke sana, kamu bakal melihat secara langsung betapa pentingnya tanaman bakau sebagai benteng alami yang melindungi manusia dari amukan ombak besar. Jadi, yuk kita rawat baik-baik! (IB20/E03)