Mengenang Perjalanan Panjang Pers Indonesia di Museum Pers Nasional Surakarta

Mengenang Perjalanan Panjang Pers Indonesia di Museum Pers Nasional Surakarta
Museum Pers Nasional dulunya menjadi tempat pertemuan kerabat Keraton Surakarta. (Situs Budaya)

Sebelum menjadi museum, gedung Museum Pers Nasional di Kota Solo, Jawa Tengah, hanya menjadi tempat pertemuan kerabat Keraton Surakarta. Beberapa tahun kemudian, gedung itu berubah fungsi menjadi kantor radio pertama. Gimana sejarahnya?

Inibaru.id – Dunia pers Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Jika kamu tertarik mengetahui sejarah pers Indonesia, Museum Pers Nasional bisa jadi tempat yang pas untuk belajar. Museum yang berada di Jalan Gajah Mada Nomor 29 Kelurahan Timuran, Banjarsari ini sebaiknya kamu kunjungi jika ke Kota Solo.

Sebagai bangsawan dengan pola pikir modern, Sri Mangkunegara VII adalah sosok yang haus ilmu pengetahuan. Kontribusinya terhadap organisasi pelajar serta para budayawan Jawa diwujudkan dengan menyediakan gedung pertemuan.

Gedung yang dinamai Societeit Sasana Soeka ini kemudian diubah menjadi kantor radio publik. Dari sanalah, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) lahir pada 9 Februari 1946.

http://cdn2.tstatic.net/solo/foto/bank/images/monumen-pers-solo_20171011_205732.jpg

Di museum ini, kamu bisa membaca koran-koran lawas. (Tribunnews)

Pada 1973, gedung ini diresmikan menjadi Museum Pers Nasional. Nggak kurang dari 12 ribu buku, surat kabar, dan majalah tersimpan di sana.

Selain itu, Museum Pers Nasional juga menyimpan benda-benda bersejarah milik beberapa wartawan. Agar sejalan dengan perkembangan teknologi, Museum Pers Nasional juga memiliki ruang digitalisasi. Di ruangan ini, kamu bisa mencari surat kabar lebih mudah.

Untuk masuk ke Museum Pers Nasional, kamu nggak perlu bayar tiket. Tapi, perhatikan jam berkunjungmu ya. Museum ini dibuka pukul 08.00 dan tutup pukul 16.00 WIB.

Eh, meski berkunjung ke sana gratis, jangan seenaknya saat membaca buku atau surat kabar di sana ya. Mari jaga bersama fasilitas di museum ini supaya bisa jadi tempat belajar banyak orang. Setuju kan? (IB15/E03)