Menengok Kesiapan Infrastruktur Telekomunikasi di Calon Ibukota Negara, Penajam Paser Utara

Menengok Kesiapan Infrastruktur Telekomunikasi di Calon Ibukota Negara, Penajam Paser Utara
Penajam Paser Utara, calon ibukota Indonesia. (Dok. Metro TV)

Penajam Paser Utara, salah satu kabupaten di Kalimantan Timur ini cukup bikin penasaran. Oleh Presiden Joko Widodo, wilayah ini bakal dijadikan ibukota Negara. Seperti apa kesiapan infrastruktur terutama telekomunikasinya? Ikuti perjalanan Tim Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Kalimantan yuk.

Inibaru.id - Penajam Paser Utara, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur yang belakangan menyita perhatian itu tampak biasa saja. Kotanya pun sederhana. Lalu apa hebatnya kabupaten ini sehingga Presiden Joko Widodo menetapkannya sebagai ibukota masa depan Indonesia 2019 silam?

Usut punya usut, kabupaten ini memiliki potensi yang luar biasa. Selain itu, Kalimantan merupakan provinsi yang aman karena nggak dilewati ring of fire. "Alhamdulillah tidak ada gempa," kata Bupati Penajam Paser Utara H Abdul Gafus Mas’ud kepada Tim Ekspedisi Bakti untuk Negeri.

Secara geografis, Penajam Paser Utara juga terletak di tengah-tengah Indonesia dan menjadi gambaran Indonesia kecil. Masyarakatnya terdiri atas berbagai suku sehingga berbagai budaya ada di sini. Sesuai nawacita presiden, kabupaten ini mulai berbenah.

“Sekarang kami sedang konsentrasi memperbaiki infrastruktur saja,” ucapnya.

Penajam Paser Utara dikelilingi kawasan hutan dan pesisir. (Dok. Metro TV)<br>
Penajam Paser Utara dikelilingi kawasan hutan dan pesisir. (Dok. Metro TV)

Benar saja, wilayah yang memiliki luas 5 kali ibukota Jakarta ini memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Hutan dan pesisir menghiasi daerah ini. Berbagai komoditi dari hasil laut dan perkebunan melimpah, terutama kelapa sawit.

Sebelum infrastruktur jaringan telekomunikasi dan internet dari Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dibangun, Pang Irawan, seorang pengusaha sawit mengaku kesulitan mendapat informasi harga.

“Ketika jaringan baik, kami dapat harga yang lebih baik dan menguntungkan,” ujarnya.

Dari pusat kota Penajam Paser Utara, Tim Ekspedisi bertolak ke utara tepatnya Kelurahan Pamaluan, Kecamatan Sepaku. Melintasi perkebunan sawit, Tim harus menempuh jalan sepanjang 54 km. Bukan cuma jauh, kondisi medan juga ekstrem.

Belum semua jalan beraspal. Jalan berlubang yang lumayan dalam dan basah berlumpur mewarnai perjalanan Tim. Duh, nggak kebayang bagaimana Presiden Joko Widodo melalui jalan ini 2019 silam.

Dua setengah jam kemudian, Tim sampai di lokasi. Di depan Tim berdiri kokoh gardu pandang bercat kuning. Satu demi satu anak tangga dititi. Pemandangan hutan di sekeliling menara terhampar indah. Inilah titik nol ibukota Negara masa depan.

Dibangun pada 1995, Menara Pantau Bukit Sudarmono terletak di tengah hutan kertas. Dari ketinggian 20 meter ini, rasanya semua orang bisa membayangkan masa depan ibukota Negara nanti.

Akses Internet Nggak Lagi Langka

Meski di tengah hutan dengan bangunan infrastruktur yang minim, namun jaringan telekomunikasi sudah lancar. Usai kedatangan Joko Widodo, menara pandang ini mendadak populer. Pengunjung juga menjuluki bangunan ini sebagai menara Eiffel-nya Sepaku.

Lurah Pamaluan Ari Rahayu Purwati mendukung seluruh rencana pemerintah yang hendak menjadikan daerahnya jadi ibukota Negara.

“Kalau itu program pemerintah ya kami mendukung, yang pasti kalau itu berjalan, warga kamilah yang harus diutamakan terlebih dahulu," katanya.

Kondisi topografi yang rata jadi alasan kenapa Sepaku dipilih jadi calon ibukota. Untuk infrastruktur Wakil Bupati Penajam Paser Utara Ir H Hamdan pun meyakinkan jika beberapa tahun lagi daerahnya siap, terlebih jika menyinggung infrastruktur jaringan internet dan komunikasi.

“Alhamdulillah 3 tahun belakangan hampir 99 persen dapat menikmati jaringan telekomunikasi. Mengakses internet bukan barang langka. Di beberapa tempat memang ada blank spot, cuma itu bukan masalah,” terangnya.

Kantor Bupati Penajam Paser Utara. (Dok. Metro TV)<br>
Kantor Bupati Penajam Paser Utara. (Dok. Metro TV)

Manfaat jaringan internet sudah nyata dirasakan masyarakat di pesisir pantai, salah satunya Desa Nelayan Jenebora. Bagi warga, memilih profesi sebagai nelayan berarti harus siap dengan pasang-surutnya hidup. Namun di setiap kesulitan, di situ muncul pahlawan. Penyelamat para nelayan ini bernama M Anwar Fuad.

Bersama teman-temannya Fuad mengenalkan aplikasi bernama Aruna. Dengan aplikasi ini, dia membantu nelayan untuk mempromosikan hasil tangkapannya.

“Harapannya bisa membuat nelayan sejahtera dan bisa merambah ke nelayan di berbagai tempat lainnya,” ujar Fuad.

Fuad kini boleh berbangga karena Aruna yang digunakan di 16 kota di Indonesia ini bisa mengekspor rajungan tangkapan nelayan hingga ke berbagai negara. Hal ini mungkin karena jaringan internet sudah dibangun dengan baik.

Perjalanan Tim ditutup dengan singgah di Pulau Timbul. Pulau ini hanya bisa didatangi ketika air laut surut. Fenomena unik ini tentu nggak boleh dilewatkan begitu saja. Hm, sebuah penutup yang luar biasa di Penajam Paser Utara yang memesona.

Semoga Penajam Paser Utara semakin siap untuk jadi ibukota Indonesia ya, Millens. (IB28/E05)