Menelusuri Sejarah dan Keindahan Alam Desa Bojasari Wonosobo yuk!

Menelusuri Sejarah dan Keindahan Alam Desa Bojasari Wonosobo yuk!
Pertunjukan tari di Pasar Lawas Kumandang, salah satu potensi di Desa Bojasari. (Instagram/pasarkumandang)

Suka berwisata alam? Suka mendatangi tempat-tempat bersejarah? Kalau kamu ke Wonosobo, datanglah ke Desa Bojasari di Kecamatan Kertek, Wonosobo. Di desa ini, keindahan alam bakal menyapamu. Di desa ini pula, sebuah rumah menjadi saksi bisu bagaimana Jenderal Soedirman berperang melawan penjajah Belanda.

Inibaru.id – Sebagai salah satu tujuan wisata yang populer di Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo menyimpan banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Desa Bojasari, Kecamatan Kertek, jadi tempat yang sebaiknya kamu singgahi kalau berlibur di kabupaten berhawa dingin ini.

Di desa tersebut, kamu bisa menyaksikan keindahan perbukitan yang bersanding dengan kawasan pertanian. Sepanjang jalan, pemandangan serba hijau bakal menyegarkan mata. Di desa ini pula kamu bakal melihat para petani tengah beraktivitas mengelola pengairan sawah.

Desa Bojasari berlokasi tak jauh dari pusat kota Wonosobo. Jaraknya sekitar 15 kilometer. Beragam potensi wisata mulai dimunculkan di desa tersebut, salah satu yang lagi ngehit adalah Pasar Kumandang. Pasar dengan konsep zero plastic itu berada di Dukuh Bongkotan.

Pasar Kumandang yang ramah anak. (Inibaru.id/ Mayang Istnaini)

Beragam sajian budaya bisa kamu nikmati di sana, yang bisa kamu nikmati sembari berwisata kuliner. Kamu yang merindukan dolanan tradisional juga bisa bernostalgia di tempat tersebut.

Di tempat itu pula kamu bisa mengunjungi situs sejarah berupa Candi Bongkotan. Terus, kamu juga bisa melihat rumah persinggahan Jenderal Soedirman saat melawan penjajah. Rumah singgah ini berada sekitar 50 meter dari jalan desa yakni di RT 05 RW 02 Dusun Siyono.

Dengan luas 335 meter, rumah itu menjadi markas para pasukan Sang Jenderal. Kepala Desa Bojasari selaku pemilik rumah menyediakan tempat agar Jenderal Soedirman bisa menyusun siasat dalam menghadang konvoi Belanda.

Kini, rumah ini dihuni Priyanto dan Menik Widyaningrum selaku ahli waris.

Nah, Millens, mengasyikkan bukan? Ayolah, agendakan waktu berkunjung ke desa cantik ini! (IB15/E03)