Istana Djoen Eng Salatiga, Dari Rumah Pribadi Menjadi Institut Roncali

Istana Djoen Eng Salatiga, Dari Rumah Pribadi Menjadi Institut Roncali
Bekas Istana Djoen Eng yang kini menjadi Rumah Khalwat Roncalli. (Akuhanyalahaku.wordpress)

Salatiga yang berada di kaki gunung Merbabu menyimpan jejak sejarah Tiongkok yang jarang diketahui publik. Buat kamu yang penasaran, yuk langsung intip informasi seputar Istana Djoen Eng!

Inibaru.id – Istana Djoen Eng, pernahkah mendengar namanya? Kamu yang tinggal di Salatiga mungkin lebih mengenalnya sebagai Rumah Khalwat Roncalli atau Institut Roncalli. Konon, bangunan itu menjadi bukti jejak Tiongkok di sana.

Saat ini, Istana Djoen Eng merupakan bangunan cagar budaya peninggalan Belanda yang berada di Jalan Diponegoro. Semula, bangunan tersebut merupakan kepunyaan seorang saudagar kaya bernama Kwik Djoen Eng dari Taiwan.

Institut Roncalli dari atas. (Instagram/ramasatyadharma69)

Berada di lahan seluas 12 hektare, gedung yang dulu dibangun dengan biaya sekitar 3 juta gulden itu sempat dikenal sebagai bangunan termewah yang ada di Salatiga. Di sana ada kebun binatang, gedung pertemuan, kebun hias, lapangan tenis, bahkan kebun kopi.

Oya, istana ini diresmikan pada 1925. Namun, krisis ekonomi masif pada 1930 membuat Djoen Eng bangkrut dan asetnya disita pihak bank. Pada 1968, istana tersebut kembali difungsikan. Namun, bukan sebagai rumah pribadi, tapi Istitut Roncalli.

Peninggalan taman yang berada di dalam area istana Djoen Eng. (Arinawahyu.blogspot)

Alih fungsi itu juga membuat bentuk bangunan berubah. Kubah emas yang menjadi simbol kemegahan Djoen Eng dihilangkan beserta menaranya. Luas wilayahnya pun hanya tersisa 3,5 hektare saja.

Kendati banyak yang diubah, beberapa bagian masih dipertahankan keasliannya, semisal ruang makan, tiang pergola di taman, dan desain interiornya. Gardu berwarna merah sebagai corak identitas Tiongkok juga dibiarkan kokoh berdiri sebagai salah satu bentuk pelestarian akan cagar budaya tersebut.

Ornamen di dinding bangunan yang dibiarkan utuh tanpa diubah. (Arinawahyu.blogspot)

Hm, tertarik menyambanginya? Langsung saja ke Salatiga. Main-mainlah ke bangunan bersejarahnya, biar suatu saat bisa diceritakan ke anak cucumu! (IB23/E03)