Menakar Kabupaten Ende dari Fasilitas Internet di Kawasan Danau Kelimutu

Menakar Kabupaten Ende dari Fasilitas Internet di Kawasan Danau Kelimutu
Nggak semua wilayah di kawasan Taman Nasional Kelimutu terjangkau internet. (Dok. Youtube Metro TV)

Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, punya berbagai potensi wisata dan alam yang memesona. Sayangnya, keterbatasan jaringan internet jadi kendala yang nggak bisa dihindari. Lalu, bagaimana optimisme mereka menghadapi hal ini?

Inibaru.id – Pagi hari jadi waktu yang tepat untuk menyusuri indahnya Danau Kelimutu yang berlokasi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Punya lanskap yang indah, nggak heran danau dengan tiga warna dan berubah-ubah pada waktu tertentu ini jadi wisata andalan Kabupaten Ende.

Karena berlokasi di perbukitan, jangan lupa untuk mengenakan jaket atau pakaian tebal agar tubuhmu nggak membeku, Millens! Selain menikmati telaga yang diyakini sebagai tempat bersemayam arwah para leluhur ini, kamu juga dapat menyusuri hamparan tumbuhan endemik di taman nasionalnya.

Oya, jangan buru-buru pulang sebelum mengunjungi taman edelweiss dan wisata petik buah stroberi yang ada di lingkungan TN Kelimutu ini ya. Nggak cuma cocok untuk berfoto, kamu juga bisa memetik bunga edelweiss yang sengaja dibudidayakan oleh pengelola di sini.

TN Kelimutu memang begitu menawan. Sayang, tempat tersebut belum dilengkapi dengan jaringan internet yang memadai. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Balai TN Kelimutu Agus Sitepu. Menurutnya, jaringan internet yang kurang baik cukup menyulitkan komunikasi di sana.

“Tidak terlalu baik, pilihan tidak ada dan jaringannya belum sampai ke perdesaan, hanya sampai Kota Ende," terang Agus.

Inovasi di Tengah Keterbatasan

Di kawasan oarkiran dan oleh-oleh, oengunjung bisa menikmati internet. (Dok. Youtube Metro TV)
Di kawasan oarkiran dan oleh-oleh, oengunjung bisa menikmati internet. (Dok. Youtube Metro TV)

Untungnya keterbatasan jaringan internet di wilayah Danau Kelimutu ini dapat diatasi dengan hadirnya jaringan khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dikembangkan oleh pengelola Taman Nasional Kelimutu pada 2017.

Menurut Kepala Resort TN Kelimutu Robert, jaringan tersebut hanya bisa dipakai di lingkup taman nasional untuk keperluan pemantauan kondisi danau dan pengunjung. Dengan aplikasi Sao Ria Kelimutu, segala informasi terkait hal tersebut dapat dilaporkan dan dipantau setiap saat, Millens!

“Di sini belum ada jaringan yang memadai dan ini hanya lokal Taman Nasional Kelimutu saja. Jaringan kita bikin sendiri dan memanfaatkan Aplikasi Sao Ria Kelimutu utuk melaporkan perubahan danau, pemantauan pengunjung, hingga CCTV,” ungkap Robert.

Ke depannya, Robert berharap agar jaringan internet dapat menyentuh seluruh wilayah Ende tanpa terkecuali untuk memudahkan pengunjung dan peneliti, khususnya di TN Kelimutu.

Selain Sao Ria Kelimutu, ada pula inivasi para pengelola Badan Usaha Milik desa (Bumdes) di Desa Detusoko, Kecamatan Ende. Melalui Dapurkita.mumdesmart.id, mereka memasarkan berbagai produk pertanian asal desa tersebut secara daring.

Masyarakat meyakini internet dapat membawa keajuan bagi berbagai potensi Ende. (Dok. Youtube Metro TV)
Masyarakat meyakini internet dapat membawa keajuan bagi berbagai potensi Ende. (Dok. Youtube Metro TV)

Menurut salah satu anggota Bumdes Angela Patricia Eka, aplikasi tersebut sudah menggandeng para masyarakat dari tiga kecamatan atau delapan desa.

“Sayur dari masyarakat desa, ada juga kami bekerja sama dengan tiga kecamatan, ada delapan desa, kami beli sayurnya,” ungkapnya.

Nggak heran, inovasi ini sempat masuk dalam nominasi Bumdes digital nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Mengetahui hal tersebut, kami yakin, kehadiran internet dari program Bakti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat membantu kebangkitan berbagai sektor di Kabupaten Ende. Hal ini turut ditegaskan oleh Kadis Kominfo Kabupaten Ende, Rando R.

Menurutnya, dari 259 desa di Ende, masih ada 59 desa yang blank spot. Namun, dia menargetkan seluruh wilayah dapat dijangkau internet, setidaknya pada 2021.

“Tahun ini semoga sesuai janji presiden. Kami dapat bantuan 59 BTS, maka 2021 akan zero blank spot,” ungkapnya optimistis.

Semoga optimisme dan semangat berinovasi para pasyarakatnya membuat Kabupaten Ende semakin bangkit dan mendunia dengan segala potensinya ya, Millens(IB27/E03)