Kreatif Maksimal! Warga Desa Kandri Manfaatkan Halaman Belakang Jadi Spot Foto Keren

Kreatif Maksimal! Warga Desa Kandri Manfaatkan Halaman Belakang Jadi Spot Foto Keren
Halaman belakang salah satu rumah warga Dusun Talun Kacang yang disulap menjadi spot foto Instagenik

Warga Dusun Talun Kacang, salah satu bagian dari Desa Wisata Kandri tersebut membuat terobosan kreatif dan inovatif bagi tempat tinggalnya agar juga menjadi destinasi wisata selain Goa Kreo. Seperti apa jadinya?

Inibaru.id - Desa Kandri merupakan salah satu desa wisata yang mengalami perkembangan pesat. Terobosan inovatif dan kreatif melingkupi hingga akhirnya mendapat hasil sebanding dengan banyaknya wisatawan yang mengunjunginya. Semua warga bergerak demi terwujudnya Desa Wisata Kandri.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang. Di dusun tersebut selain memiliki Goa Kreo sebagai destinasi wisata unggulan yang sudah cukup terkenal, ada juga spot-spot foto unik. Spot foto tersebut terletak di sepanjang kiri jalan pada akses menuju Goa Kreo.

Ada yang menarik dari spot foto tersebut. Jika diamat-amati, spot foto Goa Kreo memiliki satu ciri khas yang sama, yakni terletak di halaman belakang rumah-rumah pribadi warga Dusun Talun Kacang. Spot foto tersebut berderet dari rumah satu ke rumah lainnya. Masing-masing memiliki ciri khas tema properti yang berbeda.

Hasil dari halaman belakang yang diubah menjadi spot foto. (Inibaru.id/ Audrian F)

Memang halaman belakang rumah-rumah tersebut memiliki kelebihan yang kentara. Begitu memasukinya kamu sudah akan disuguhi dengan lanskap panorama alam yang mengelilinganya. Di bawahnya terdapat hamparan Waduk Jatibarang yang indah. Duh, siapa sih yang nggak tergoda untuk berfoto di sini?

Seperti yang disampaikan oleh Heru Setiawan, pegawai spot foto awan. Dia mengaku kalau spot foto awan milik Tumadi ini merupakan spot foto pertama sebelum spot-spot foto lain bermunculan. “Dasar dari terbentuknya spot sebetulnya sederhana saja. Kami punya Goa Kreo yang sudah menjadi tempat wisata. Mengapa tidak kalau di sekeliling kami juga dijadikan tempat wisata juga. Ya caranya dengan membuat spot foto ini,” ujarnya, Jumat (14/6).

Untuk tiap spot, rata-rata pengunjung dimintai Rp 5000. Heru bercerita, dirinya membuka spot ini pada 2017 silam. Saat itu Desa Kandri belum secantik sekarang.

“Waktu itu yang pertama berdiri spot foto awan. Kemudian diikuti dengan spot foto lainnya. Dulu belum ada jasa pemotretan seperti saya ini. Masih menggunakan gawai pribadi. Kemudian lambat laun setelah melakukan evaluasi, kami beralih menggunakan kamera DSLR,” tambah Heru.

Pemandangan alam dan waduk yang melatarbelakangi spot foto tersebut menjadi daya tarik tersendiri. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur, spot-spot foto ini juga dikelola oleh Karang Taruna Gerak Maju Desa Kandri. Semua saling mendukung untuk memajukan pariwisata yang berasal dari potensi desanya ini.

“Intinya mengarahkan ke hal-hal yang positif untuk anak-anak muda. Zaman sekarang sudah serba rentan kalau anak-anak muda tidak diarahkan ke hal yang baik. Selain itu adanya spot-spot foto ini juga bisa memberikan penghasilan kepada masyarakat. Mengangkat perekonomian kami, bisa dibilang seperti itu,” tutup Heru yang juga merupakan salah satu pegiat Karang Taruna Gerak Maju tersebut.

Wah, salut terhadap Karang Taruna Gerak Maju yang saling bahu-membahu untuk memajukan desanya ya, Millens. Sudahkah kamu melakukan sesuatu untuk daerahmu? (Audrian F/E05)