Dari Gudang Mesiu, Bangunan Bergaya Gotik Ini Jadi GPIB Tamansari

Selain bentuk bangunannya yang indah, gereja ini juga menyimpah kisah panjang Kota Salatiga.

Dari Gudang Mesiu, Bangunan Bergaya Gotik Ini Jadi GPIB Tamansari
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Tamasari Salatiga. (Kemdikbud)

Inibaru.id – Seperti biasa, saban Minggu tempat ini akan ramai dipenuhi orang. Gereja Protestan Indonesia Bagian (GPIB) Barat Tamansari Salatiga ini memang punya 3 jadwal rutin untuk kebaktian Minggu. Para Jemaat dengan khidmat mengikuti proses kebaktian di dalam bangunan berumur ratusan tahun itu.

Yap, tak banyak yang mengetahui bahwa bangunan yang berdiri bersebelahan dengan gedung modern dan mall itu adalah tinggalan masa kolonial Belanda. Namun, perlu kamu tahu, GPIB Tamansari dibangun pada 1823.

Gereja tersebut berarsitektur Gotikyang populer di Prancis pada abad ke-13. Ini terlihat dari bentuk pintu-pintu bangunan yang beratap dengan apsis setengah lingkaran dan bertudung hingga menyerupai kuncup seperti bawang. Sementara, bagian atas bangunan terdapat lonceng yang ditutup atap meruncing.

Hingga saat ini, kamu masih bisa menikmati keindahan arsitektur tersebut. Dibalut dengan warna putih dan abu-abu, gereja di Jalan Jendral Sudirman No 1 itu tampak klasik.

Sejarah GPIB Tamansari Salatiga

Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Tamasari Salatiga. (Kompasiana)

Kendati saat ini menjadi tempat ibadah, bangunan tersebut semula merupakan gudang penyimpanan mesiu. Salatiga yang kala itu merupakan garnisun membuat kota tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan militer Belanda.

Namun, pada 1866 gudang itu mengalami kebakaran. Pihak Belanda pun mengubah fungsi bangunan menjadi tempat ibadah umat Nasrani atau Indische Kerk.

Keberadaan GPIB juga menjadi awal persebaran Nasrani di Salatiga. Sempat menjadi incaran investor untuk diubah jadi Gedung baru, masyarakat Salatiga bahu-membahu mempertahankannya sehingga tetap kokoh sampai saat ini.

Gimana Millens? GPIB ini bisa jadi salah satu hal seru yang bisa kamu eksplor saat berada di Salatiga, kan? (IB06/E03)