Indahnya Lengkung Menganti dari Bukit Sigatel

Indahnya Lengkung Menganti dari Bukit Sigatel
Pemandangan hamparan laut luas dari atas Bukit Sigatel. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

“It doesn’t matter where you go in life, as long as you go to the beach.” - Anonymous.

Inibaru.id – Pantai biasa menjadi tempat saya menenangkan diri. Saya selalu menikmati tiap detail di sana. Kecintaan tersebut pulalah yang membawa saya ke Menganti, sebuah pantai di Kebumen, Jawa Tengah. Kebetulan, belum lama ini saya berlibur ke kota yang berada di sisi selatan Pulau Jawa tersebut.

Pantai Menganti berlokasi di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah. Pantai itu memang tengah banyak digandrungi anak muda, terutama para traveler pemburu pantai seperti saya, Millens.

Debur ombak yang begitu keras lantaran beradu dengan tebing karang, lengkung pantai yang berpasir putih, dan aroma lautnya yang khas benar-benar menghalau galau saya di sana. Pikiran segar, hati pun cetar! Ha-ha. Belum lagi semilirnya angin pantai yang sukses banget membuat saya tenang dan rileks. Lengkap sudah!

Dulu, Pantai Menganti hanya sebatas menjadi gerbang bagi nelayan sekitar yang akan melaut dan tempat pelelangan ikan. Namun, beberapa tahun belakangan, warga dan pemerintah desa setempat mulai berbenah dan mengoptimalkan potensi wisata itu.

Inilah yang membuat pengelolaan Pantai Menganti cukup teratur. Dari gerbang masuk, saya sudah bisa merasakan keramahan dari para petugas. Sampai di tempat parkir, penataannya pun rapi. Beberapa petugas sigap berjaga untuk membantu pengunjung memarkirkan kendaraan.

Hamparan laut Pantai Menganti. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

 

Oya, pengunjung nggak dipungut biaya parkir lo. Biaya parkir sudah termasuk ke dalam biaya masuk yang dibayar di awal, yakni sebesar Rp 15 ribu. Fasilitas di sana juga sudah cukup lengkap, mulai dari toilet, musala, deretan warung makan, hingga pusat oleh-oleh.

Bukit Sigatel

Namun, mengunjungi Menganti belum lengkap kalau belum menikmatinya dari atas Bukit Sigatel. Pihak pengelola menyediakan fasilitas mobil pick up sebagai kendaraan bagi pengunjung yang pengin menikmati keindahan Pantai Menganti dari atas bukit.

Dari atas bukit tersebut, lengkung Pantai Menganti yang putih begitu indah dan kontras membingkai lautan biru. Mata pun rasanya lebih bebas memandang hamparan laut luas Samudera Hindia. Saya juga lebih leluasa menikmati suasana pantai yang tenang.

Pihak pengelola menyediakan pondokan-pondokan yang bisa disewa dengan tarif Rp 10 ribu. Nggak ada batasan waktu, jadi kamu bisa bebas bersantai ria sampai bosan. Ha-ha!

Sayang, masih terlihat banyak sampah yang dibuang sembarangan di sejumlah titik. Nah, peringatan keras buatmu nih, Sobat Millens! Jangan buang sampah sembarangan!

Setelah merasa cukup mendapat asupan “vitamin sea”, saya pun beranjak pulang. Pikiran terasa lebih segar, pun badan jadi lebih bugar. Well, "sea" you again, Menganti! (Mayang Istnaini/E03)