Jejak Prasejarah di Pura Batur Kaja

Pura menjadi salah satu spot wisata prasejarah yang cukup menarik di Pulau Dewata. Sejumlah pura yang telah berdiri sejak lama, membuat jejak prasejarah tersimpan begitu rapi, salah satunya di Pura Batur Kaja.

Jejak Prasejarah di Pura Batur Kaja
Pintu Masuk Menuju Areal Pura Batur Kaja. (Goodnewsfromindonesia.id)

Inibaru.id – Selain sebagai tempat sembahyang, Pura acap menjadi spot wisata sejarah di Bali. Jejak sejarahnya tersimpan rapi. Pura Batur Kaja di Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, adalah salah satunya. Nah, buat kamu pencinta sejarah, datanglah ke sini, Millens!

Selain bernilai sejarah, Batur Kaja juga disakralkan. Sebagaimana kebanyakan pura di Bali yang disakralkan, pun demikian dengan pura yang masuk kategori cagar budaya ini. Ada banyak cerita atau mitos di sini. Bahkan, pendiri Batur Kaja pun masih menjadi pertanyaan besar hingga sekarang.

Seperti ditulis Goodnewsfromindonesia.id (25/10/2017), masyarakat setempat meyakini, Pura Batur Kaja muncul akibat katibubuan semut. Pada suatu masa, semut-semut menggali tanah sehingga memunculkan batu-batu ukuran sedang sehingga menjadi pura.

Semut menjadi simbol penting di sini. Berdasarkan penuturan juru peliharapura, jika ada orang yang bertindak buruk di Batur Kaja dan “penguasa” pura kurang berkenan, orang tersebut akan digigit semut hingga kesakitan.

Mitos lain yang juga diyakini masyarakat sekitar Batur Kaja adalah kesakralan pohonnya. Pepohonan di wilayah pura yang terletak di tengah pemukiman penduduk ini pantang ditebang memakai senjata tajam seperti pisau atau gergaji. Warga boleh menebang dengan tangan kosong, semisal dengan mematahkannya. Pemakaian batang pohon juga cuma sebagai sarana upacara keagamaan.

Megalitik

Selain mitos, daya tarik Pura Batur Kaja sejatinya terletak pada jejak arkeologi megalitik di sini. Ada sebentuk tahta batu (pelinggih) yang disusun menyerupai singgasana. Arsitektur sederhana itu terbuat dari batu alam. Tahta batu itu terawat dengan baik, dihormati, dan bahkan masih menjadi media pemujaan.

Secara keseluruhan, terdapat delapan tahta batu dengan ukuran yang hampir sama di dalam pura seluas 416 meter persegi tersebut.  Bentuk, ukuran, dan bahannya hampir sama. Kedelapan tahta batu itu adalah stana dari Dewi Sri, Dewi Durga, Dewa Ratu Ida Gede Batur, Dewa Siwa, Dewa Ratu Wayan, Dewa Wisnu, Dewa Ratu Nyoman, dan Dewa Ratu Wayan Dimade.

Nah, buat yang pengin datang ke sini, Pura Batur Kaja terletak di Dusun (Banjar) Kelembang, Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Lantaran banyak dikunjungi peneliti dan pelajar, akses menuju tempat ini terbilang sudah cukup kok.

Yap, kamu harus tahu bahwa nggak hanya pantai saja yang indah di Bali. Masih banyak tempat keren bernuansa tradisi, budaya, dan sejarah di Pulau Dewata. Yuk, ke sini! (ALE/GIL)