Melancong ke Bagian Timur Indonesia dan Ucapan Terima Kasih pada Ikan

Melancong ke Bagian Timur Indonesia dan Ucapan Terima Kasih pada Ikan
Warga memainkan musik untuk menyambut tamu di Pulau Arar. (Dok. Metro TV)

Sorong, Papua Barat terkenal dengan tangkapan ikan yang melimpah. Di salah satu pulau di kabupaten ini, Pulau Arar, berdiri UMKM-UMKM yang mengolah ikan untuk menambah nilai jual. Siapa sangka, di pulau kecil yang hanya berpenghuni sekitar 800 jiwa ini, jaringan internet sudah sangat memadai sebagai sarana promosi. 

Inibaru.id - Langit Kota Sorong hari itu cerah. Tim Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Papua Barat berharap perjalanan mengunjungi kota terbesar kedua di Papua Barat itu lancar. Kota ini sungguh luar biasa. Selain dikaruniai bentang alam yang indah, Sorong kaya akan hasil laut. Nggak heran jika nama lain kota ini adalah Kota Ikan.

Sebagai daerah penghasil ikan, masyarakat nggak cuma menjualnya dalam bentuk mentah. Berbagai olahan ikan dibuat untuk meningkatkan nilai jualnya. Nah, salah satu tempat yang menjadi pusat pengolahan ikan di Sorong berada di Pulau Arar.

Untuk mencapai ke sana Tim harus menyeberang dengan kapal motor dari Pelabuhan ASD Pulau Arar. Air laut biru, langit biru, dan hutan bakau asri menjadi teman menakjubkan dalam perjalanan. Menakjubkan? Tentu saja! Sepuluh menit berlalu, kapal mendekat ke dermaga tujuan. Selanjutnya, Tim mendapat sambutan yang luar biasa.

Para warga berkumpul di dermaga. Mereka menabuh tambuh dan meniup seruling. Tampak para perempuan dan anak-anak menari dengan gembira. Suasana ini benar-benar bikin Tim terharu.

Ikan-ikan yang siap dijual di Kota Sorong. (Dok. Metro TV)<br>
Ikan-ikan yang siap dijual di Kota Sorong. (Dok. Metro TV)

Secara demografis, Pulau Arar didiami 884 jiwa dengan total 227 kepala keluarga yang terbagi dalam 4 RT. Terdiri atas berbagai suku Moyo, Bugis, Ternate, hingga Jawa. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Melalui pelatihan yang diadakan pemerintah, tangkapan ikan yang berlimpah inilah yang kemudian diolah.

“Hasilnya kami membuat terasi, pentol ikan, dan pentol rumput laut serta makanan lainnya,” ujar Ir Samsul Arifudini, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Kabupaten Sorong.

Dia juga mengungkapkan jika Pulau Arar telah lebih berkembang semenjak masuknya internet. Jaringan internet ini dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dengan adanya internet, masyarakat dapat mempromosikan produknya. Maka jangan heran kalau ibu-ibu di Pulau Arar sudah nggak asing lagi dengan gadget. Bahkan beberapa rumah di Pulau Arar sudah memiliki wifi sendiri.

Hasil yang mereka peroleh dari kegiatan penjualan produk UMKM ini lumayan, lo. Mereka bisa membantu perekonomian keluarga. Keren nggak tuh?

Terpencil Boleh, Gagap Internet Jangan

Dari kelaziman internet itu, dampaknya pun juga dirasakan di sektor pendidikan, Millens. Meskipun berada jauh di barat Papua, para pelajar di Pulau Arar nggak kesulitan dalam melakoni sekolah daring selama pandemi. Hal itu disampaikan oleh Arifin, kepala sekolah SMP Unimuda Sorong.

“Sudah dari 2018 kami mandiri melaksanakan sekolah dengan melibatkan internet,” ujarnya.

Flashback pada UNBK 2017, para siswa harus menaiki perahu dulu untuk mendapatkan sinyal. Sekarang, hal itu nggak perlu lagi.

Pecahan pulau lain di dekat Pulau Arar. (Dok. Metro TV)<br>
Pecahan pulau lain di dekat Pulau Arar. (Dok. Metro TV)

Agar bisa mudah dalam mengakses internet, sekolah memberikan voucher setiap hari kepada siswa. Mereka dapat tersambung dengan hot spot yang terpasang setiap 100 meter di Pulau Arar ini. Para guru juga diberi akomodasi berupa pulsa data dari Dana Bos. Dengan demikian, guru-guru yang kebanyakan tinggal di luar Pulau Arar tetap bisa berkomunikasi melalui internet ketika belajar-mengajar.

“Saya berharap, dengan bantuan jaringan internet dari Bakti ini akan lebih merata agar siswa bisa lebih baik dalam mengakses internet,” pesannya.

Perjalanan Tim masih berlanjut ya. Berada di pulau penghasil ikan, rasanya perlu banget untuk ikut menangkap ikan. Kebetulan, saat itu ada seorang warga yang ingin menangkap ikan. Uniknya, dia menggunakan cara tradisional yaitu Sero.

Alat ini berupa jaring yang ditata dan memiliki anatomi. Penempatannya nggak bisa sembarangan. Nelaya harus tahu di mana lokasi migrasi ikan agar hasil melimpah. Eh, alat ini ramah lingkungan lo. Sebagai masyarakat yang bertumpu pada laut, menjaga laut tetap sehat merupakan hal yang penting. Sepertinya, beginilah warga kampung Arar berterima kasih pada ikan dan laut.

Salut banget ya, Millens? (IB28/E05)