Luwuk Banggai, Sukses Berkawan dengan Teknologi dan Digitalisasi

Luwuk Banggai, Sukses Berkawan dengan Teknologi dan Digitalisasi
Luwuk Banggi yang indah dan eksotik. (Dok. Metro Tv)

Luwuk, kota yang berlokasi di Kabupaten Banggai bak permata bagi Indonesia karena keindahan alam yang dimilikinya. Namun bagaimana dengan ketersediaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan komunikasi di Provinsi Sulawesi Tengah itu?

Inibaru.id – Setelah lepas dari apitan pohon-pohon yang hijau di sepanjang kanan-kiri jalan, Tim Bakti Untuk Negeri Ekspedisi Sulawei Tengah disajikan lautan yang biru dan luas milik Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Praktis pemandangan menakjubkan ini nggak bisa dilewatkan begitu saja. Untuk itulah beberapa meter berjalan, Tim menyempatkan berhenti di sebuah tebing yang tinggi untuk sejenak melihat keindahan kota ini.

Dari tempat Tim berhenti, tampak permukiman lengkap dengan hiruk pikuk warganya. Nggak jauh dari sana, terbentang lautan luas. Airnya berkilauan ditempa sinar matahari. Indah!

Menjadi kota yang indah saja, tampaknya kurang lengkap jika tanpa infrastruktur telekomunikasi dan digital yang mumpuni. Untuk itulah Tim Ekspedisi mencoba melihat seberapa jauh masyarakat Luwuk Banggai menggunakan teknologi dan jaringan telekomunikasi.

Jaringan internet penting untuk pendidikan. (Dok. Metro TV)<br>
Jaringan internet penting untuk pendidikan. (Dok. Metro TV)

Perjalanan awal Tim Ekpedisi merambah ke sebuah perkebunan buah naga milik laki-laki asal Jawa Timur, Ali Muchsin. Sudah lama dia hijrah dan menjadi petani buah naga. Katanya iklim di sana pas untuk bercocok tanam. Kini, usahanya semakin maju berkat jaringan internet.

“Saya pakai internet untuk promosi. Seperti Whatsapp, misalnya. Tinggal upload saja sudah banyak yang pesan. Jaringannya juga mendukung,” ujar Ali. Dia juga mengirim hasil kebunnya ke Makassar, Palu, dan Gorontalo. Ali Muchsin adalah contoh kecil bahwa internet begitu dibutuhkan oleh masyarakat Luwuk.

Internet untuk Semua

Jaringan internet yang memadai membua peluang membangun bisnis baru. Kalimat ini bukan isapan jempol belaka. Di Luwuk, kamu bakal nemu jasa antar online bernama “Draiv”.

“Awalnya kami hanya di Banggai saja, tetapi nggak nyangka bisa sampai kabupaten lain. Kami juga terbantu dengan ketersediaan internet," ucap Saipul Usman, sang founder.

Saat ini Draiv sudah tersedia di 4 kabupaten atau kota. Kemudian untuk armada juga juga berkembang yakni ada 360 motor, 70 mobil, dan khusus untuk Gorontalo Draiv menyediakan bentor. Selama beroperasi, Draiv sudah membantu banyak sektor mulai dari perekonomian, hingga pariwisata.

O ya, digitalisasi juga merambah ke pasar tradisional. Di Pasar Simpong, bertransaksi secara online bukan hal asing ditemui.

Kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Banggai, Hasanudin Idris praktik transaksi online di pasar tradisional ini dilakukan sejak awal pandemi.

“Dengan transaksi online bisa menghindarkan masyarakat dari kerumunan,” ujarnya.

Ojek online di Luwuk Banggai, Draiv. (Dok. Metro TV)<br>
Ojek online di Luwuk Banggai, Draiv. (Dok. Metro TV)

Menurut Hasanudin, kebutuhan akan internet bagi Kabupaten Banggai adalah yang utama. Sebab pada saat ini hampir semua sektor sudah memakai internet.

Selain di sektor perekonomian atau wisata, internet di masa pandemi ini juga begitu dibutuhkan oleh para pelajar. Bagi anak-anak di Luwuk yang nggak sebegitu akrab dengan teknologi, pandemi membuat mereka kenal dengan internet dan membuka mata mereka untuk lebih luas melihat cakrawala dunia.

Untuk lebih mendukung masyarakatnya, Hasanudin bersama Bupati juga telah memberikan akses wifi gratis di beberapa tempat terbuka. Agar semua daerah bisa terjangkau, Hasanudin bakal memasang penangkap sinyal di beberapa blank spot.

“Seperti di daerah selatan itu masih ada yang susah sinyal,” tutur Hasanudin.

Langkah itu sebagai upaya awal sembari menanti pembangunan BTS dari Badan Aksesbilitas (Bakti) Kominfo.

Pemanfaatan internet di Luwuk Banggai ini ternyata jauh dari bayangan Tim Ekspedisi. Masyarakat di sini ternyata begitu massif menggunakan internet untuk beraktivitas. Tentu itu semua jadi kabar yang membahagiakan.

Mengakhiri perjalanan, Tim Ekspedisi menyelami lautan Luwuk Banggai. Hamparan terumbu karang yang terpajang di lautan yang bersih dan warna-warni ikan-ikan yang berkejaran seakan jadi sajian penutup hari yang indah bagi Tim. Semakin bangga rasanya menjadi bagian dari Indonesia.

Eh, kamu sudah pernah plesir ke sini belum, Millens? (IB28/E05)