Lumina Grand Maerokoco, Spot Wisata Baru untuk Kamu yang Gila Foto

Lumina Grand Maerokoco, Spot Wisata Baru untuk Kamu yang Gila Foto
Lumina tempat buat kamu yang hobi berfoto-foto ria. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Telah hadir tempat wisata baru di Kota Semarang. Namanya adalah "Lumina Gran Maerokoco". Cocok buat kamu yang hobi foto.

Inibaru.id - Pilihan tempat wisata di Kota Semarang kembali bertambah. Kali ini telah hadir wisata baru di Grand Maerokoco dengan nama “Lumina”. Mungkin kamu sudah mengetahui bentuk dan rupanya dari beberapa foto yang telah muncul di Instagram. Yap, Lumina, secara ringkasnya adalah tempat untuk lokasi foto.

Lumina berlokasi nggak jauh dari wahana becak air dan hutan mangrove. Direktur PT PRPP Jawa Tengah Dra Titah Listiorini MM dalam konfrensi pers menjelaskan, Lumina adalah bangunan-bangunan berbentuk miniatur rumah adat, sejalan dengan Maerokoco. Bedanya, yang baru ini bukan rumah adat lokal, tapi mancanegara. Nah, inilah yang menjadikannya istimewa.

“Kami ambil masing-masing dari lima negara, yakni dari Jepang, Turki, Meksiko, Santorini (Yunani), dan Arab,” jelasnya pada Jumat (8/5/2020).

Titah Listiorini saat menjelaskan tentang Lumina. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Titah Listiorini saat menjelaskan tentang Lumina. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Masing-masing bangunan tersebut ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi (3D). Hm, bukan rumah yang bisa dimasuki sih, tapi kamu tetap bisa berfoto-foto di depan rumah tiruan tersebut.

Nggak cuma berfoto, nantinya pengelola Grand Maerokoco juga akan mempersiapkan pernak-pernik seperti lampu dan hiasan khas tiap negara, serta pakaian daerah asal negara tersebut.

“Harapan kami, pengunjung bisa menikmati kekhasan dari mancanegara,” tutur Titah, sapaan akrabnya.

Titah mengungkapkan kalau Lumina berasal dari kata “Ilumination” yang artinya adalah “penerangan”. Maksudnya, Titah pengin Lumina menjadi sinar yang benderang bagi Grand Maerokoco.

Kamu bisa bawa pasangan atau gebetanmu di sini. He-he. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Kamu bisa bawa pasangan atau gebetanmu di sini. He-he. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

“Semoga juga bisa menjadi sinar juga bagi Kota Semarang dan Jawa tengah,” tambah Titah, yang juga menambahkan bahwa selama pembangunan, dia bekerja sama dengan  PT Genta Multi Jaya dan CV Gandring.

Kawasan yang dialokasikan sebagai Lumina semula merupakan lahan kosong yang kumuh dan becek, yang masuk ke dalam kawasan mangrove buatan di Grand Maerokoco.

Eits, kendati berada di kawasan mangrove, bukan berarti pembangunan Lumina bakal mengorbankan hutan bakau yang tumbuh asri di kawasan wisata tersebut, kok. Titah mengungkapkan, hutan mangrove saat ini justru merupakan ciri khas dan menjadi daya tarik wisatawan ke Maerokoco.

“Oh, tentu tidak (dihilangkan). Kami nggak akan menghilangkan ciri khas kami,” akunya.

Titah menambahkan, hingga kini Grand Maerokoco masih punya misi yang sama, yakni memberikan edukasi kepada pengunjung terkait pentingnya hutan bakau, mulai dari ekosistem hingga manfaat tanaman yang telah dibudidayakan sejak 2007 tersebut.

Lumina merupakan miniatur rumah-rumah adat dari 5 benua. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Lumina merupakan miniatur rumah-rumah adat dari 5 benua. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Oya, sebagai informasi, bertambahnya wahana baru ini bakal membuat harga tiket masuk Grand Maerokoco naik. Eits, tenang, nggak terlalu mahal, kok! Harga tiket yang semula dibanderol Rp 10 ribu per orang bakal naik menjadi Rp 15 ribu saat Lumina resmi beroperasi. Jadi, semenjak Sabtu (5/9/2020) ini, tiket masuk ke Grand Lumina Maerokoco akan berubah menjadi Rp 15 ribu.

“Harga tersebut sudah kami perhitungkan. Dan, bisa dibuktikan, dibanding objek wisata lain di Kota Semarang, harganya terbilang murah,” pungkasnya.

Nah, untuk kamu yang sudah penasaran, langsung saja yuk, datang ke Grand Marokoco. Namun, ingat, tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat ya. Wisata boleh, teledor jangan! (Audrian F/E03)