Mengulik Hal Ganjil di Jateng Fair 2019 yang Mengusung Tema Glorious Borobudur

Meskipun acara dikemas menarik dan digelar saat masa libur sekolah, Jateng Fair 2019 belum bisa capai target pengunjung. Apa masalanya?

Mengulik Hal Ganjil di Jateng Fair 2019 yang Mengusung Tema <em>Glorious Borobudur</em>
Lampion berbentuk replika Candi Borobudur menjadi pusat perhatian pengunjung Jateng Fair 2019. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Inibaru.id – Jateng Fair 2019 memang telah usai. Panitia boleh saja senang karena jumlah pengunjung naik 30 persen dibanding tahun lalu. Tapi mereka masih punya PR (pekerjaan rumah) untuk waktu yang akan dayang. Pasalnya, pengunjung acara yang mengusung tema Glorious Borobudur ini belum mencapai target yakni 500.000 pengunjung. Angka ini memang lumayan ketimbang 2018 lalu. Dilansir dari Semarang.com, (15/7), pengunjung mentok di angka 200.000.

Padahal dipilihnya tanggal 27 Juni - 14 Juli sudah dengan pertimbangan matang yakni masa libur sekolah. Sebagai acara tahunan, Jateng Fair juga selalu ditunggu kehadirannya oleh masyarakat Jawa Tengah. Belum lagi rangkaian acara dan aneka produk yang digelar juga cukup menarik. Jadi mengganjal rasanya jika target masih nggak terpenuhi. 

Kehadiran area VR gratis di stand Diskominfo Jawa Tengah cukup mencuri perhatian pengunjung. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Saya setuju jika Jateng Fair tahun ini lebih meriah. Variasi produk lebih banyak dan mengikuti perkembangan zaman.  Nggak hanya itu, ada juga lembaga pemerintahan yang memamerkan hasil kinerjanya dengan konsep dan pengemasan yang unik. Seperti Dinas Komunikasi dan Informatika yang menyediakan area mini games berbasis Virtual Reality (VR) yang tentunya bisa dinikmati pengunjung dengan cuma-cuma. Wah, asyik kan, Millens?

Selain itu, banyak spot swafoto yang menyita banyak perhatian. Mau foto bareng pacar, keluarga, atau sendirian boleh banget. Semuanya instagenic!

Jembatan menuju titik pusat replika Candi Borobudur yang dihiasi lampu beraneka warna ini menjadi salah satu spot foto favorit pengunjung. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Yang nggak boleh ketinggalan lagi nih, wahana permainan salju yang memanjakan pengunjung, Millens! Khususnya pengunjung anak-anak. Area bermainnya memang nggak terlalu luas tapi anak-anak tampak begitu riang bermain. Mereka bisa merasakan sensasi bermain salju ala luar negeri tanpa harus repot menggunakan matel supertebal.

Area bermain salju turut hadir memberikan tambahan opsi bermain bagi pengunjung. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Untuk masuk ke sini, pengunjung dibebaskan memilih pintu. Ada tujuh pintu di Jateng Fair sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya, karena ada banyak pintu masuk, lalu-lintas pengunjung jadi semrawut. Seandainya ada alur yang jelas dan runtut untuk mengarahkan rute pengunjung, pasti semua spot akan terkunjungi. Menurut saya, para pengunjung melewatkan banyak stan bukan lantaran nggak tertarik, tapi karena mereka nggak tahu ada stan di area tersebut. Sayang banget kan?

Jangan lupa mampir ke stand daerah agar kamu tahu dan mengenali potensi budaya sekaligus produk unggulan yang ada di seluruh wilayah Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Semoga tahun depan Jateng Fair akan lebih tertata dan meriah sehingga mendatangkan banyak keuntungan. (Sitha Afril/E05)