Kunci Menahan Napas di Kedalaman ala Suku Bajau yang Ribuan Tahun Hidup di Lautan

Kunci Menahan Napas di Kedalaman ala Suku Bajau yang Ribuan Tahun Hidup di Lautan
Suku Bajau, ahli menyelam tanpa peralatan yang mampu menahan napas sangat lama. (Getty Images/Timothy Allen)

Suku Bajau yang ribuan tahun hidup di lautan bisa ditemukan di sejumlah tempat, termasuk di wilayah Indonesia. Sekali menyelam, mereka konon bisa bertahan sangat lama hingga ke dasar laut. Gimana kunci menahan napas di kedalaman ala Suku Bajau?

Inibaru.id – Guinness Book of World Records mencatat, free-diver Jerman Tom Sietas mampu menahan napas di dalam air selama 22 menit 22 detik pada 2012. Sementara, rekor menahan napas terlama untuk perempuan dipegang Karoline Meyer pada 2009 dengan 18 menit 32,59 detik.

Catatan ini tentu saja mencengangkan, karena umumnya manusia hanya bisa menahan napas di dalam air selama 1-3 menit. Namun, agaknya pencapaian mengagumkan itu nggak berlaku untuk Suku Bajau Laut atau biasa disingkat Bajau saja.

Konon, suku yang ribuan tahun hidup berdampingan dengan lautan itu bisa bertahan lebih lama di kedalaman ketimbang kemampuan rata-rata manusia.

Anak-anak dari Suku Bajau. (Pinterest)
Anak-anak dari Suku Bajau. (Pinterest)

Nggak hanya kemampuan menahan napas yang mengagumkan, suku yang mendiami sejumlah perairan di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia itu juga diyakini mempunyai kemampuan fisik yang baik untuk beradaptasi dengan lautan yang ganas. Hal ini bahkan membuat para peneliti berdecak kagum.

Dikutip dari jurnal Human Evolution, Vol 29 n. 1.3 yang terbit pada 2014 lalu, dua peneliti dari Swedia, Erik Abrahamsson dan Erika Schagatay, menjabarkan orang-orang Suku Bajau sebagai pengelana samudera. Mereka secara alami menjadi penyelam gaya bebas yang andal di laut lepas.

Menyelam tanpa peralatan diving apa pun, para lelaki Suku Bajau dikenal ahli dalam menombak ikan di dalam lautan, sedangkan para perempuannya cermat mengumpulkan hasil laut di perairan yang lebih dangkal. Mereka terlatih menjadi penyelam sejak belia.

Kehidupan Suku Bajau. (Beritagar/EPA/Ahmad Yusni)
Kehidupan Suku Bajau. (Beritagar/EPA/Ahmad Yusni)

Nggak berhenti di situ, mereka juga mampu mengembangkan kemampuan fisiknya untuk menyelam lebih dalam dan lama hingga seiring dengan bertumbahnya usia. Mereka terus mengembangkan kemampuan itu hingga akhir hayat.

Di Indonesia, Suku Bajau bisa ditemukan di perairan Buton, La Solo, serta Pulau Tukang Besi di Sulawesi Tenggara, Ambon, serta Riau. Orang-orang Suku Bajau ini tinggal di rumah yang didirikan di tengah laut dengan tiang-tiang pancang yang cukup tinggi.

Selain itu, ada pula orang Bajau yang tinggal di pinggir pantai. Bahkan, ada orang yang tinggal di rumah yang juga bisa berfungsi sebagai perahu.

Teknik menyelam 'tarawi' menjadi kunci Suku Bajau mampu bertahan lama di dalam air. (Divershome)
Teknik menyelam 'tarawi' menjadi kunci Suku Bajau mampu bertahan lama di dalam air. (Divershome)

Abrahamsson dan Schagatay mengatakan, orang Bajau umumnya bisa menahan napas selama 3-4 menit sekali menyelam. Konon, kemampuan ini sudah diturunkan sejak ribuan tahun lalu. Mereka memakai teknik “Tarawi”.

Tarawi adalah teknik menyelam khusus yang diajarkan secara turun-temurun, yang menirukan gaya menyelam seekor bebak atau disebut gaya bebek. Cara ini dilakukan demi menghemat tenaga dan napas.

Kemampuan menyelam ini juga diikuti dengan kemampuan berburu ikan yang mereka tangkap dengan peralatan seadanya seperti tombak. Oya, untuk bisa melihat di dalam air, mereka membuat kacamata selam sendiri.

Orang Bajau tengah berburu binatang laut. (Lostininternet/James Morgan)
Orang Bajau tengah berburu binatang laut. (Lostininternet/James Morgan)

Nggak cuma dikonsumsi pribadi, hasil laut yang mereka dapatkan kemudian juga diperdagangkan atau ditukar dengan bahan-bahan pokok lain seperti beras, sayur, dan lain-lain.

Kemampuan menyelam Suku Bajau ini memang sangat luar biasa, ya Millens! Selain kemampuan alami dan teknik menyelam turun-temurun, kunci menawan napas di kedalaman ala Suku Bajau ternyata juga diikuti latihan terus-menerus seumur hidup. Hm, bisa nggak ya? (Ind/IB09/E03)