Kota Lama Jadi 'Meeting Point' Goweser, kok Nggak Ada yang Mengawasi?

Kota Lama Jadi 'Meeting Point' Goweser, kok Nggak Ada yang Mengawasi?
Nggak cuma mereka, ratusan pesepeda juga transit di Kota Lama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Jika kamu punya rencana untuk mengisi akhir pekan di Kota Lama, saya sarankan kamu mengurungkan niat sebelum gemetar melihat kumpulan pesepeda nongkrong santuy di sana sini. Ya, seakan datang dari berbegai penjuru, para pesepeda yang kini kian bertambah jumlahnya kini memadati The Little Netherland ini.

Inibaru.id – Sabtu (13/6) kemarin, pertama kalinya saya berkunjung ke Kota Lama Semarang setelah sekian lama #dirumah aja. Namun betapa terkejutnya saya karena kini Kota Lama berubah menjadi lautan pesepeda (goweser). Di sepanjang Jalan Raden Patah, goweser hilir mudik berpacu dengan kendaraan bermotor. Parkir yang biasanya dipenuhi motor, sekarang didominasi sepeda.

Nggak mau melewatkan kesempatan, beberapa pesepeda juga mengabadikan momen di Kota Lama. Beberapa dari mereka juga sengaja berpose di atas sepeda. Ya, kini Kota Lama benar-benar seperti milik para pesepeda.

Pemandangan ini agak-agaknya bikin saya resah. Saya yang sudah cukup lama membatasi diri untuk bertemu banyak orang, tiba-tiba gemetar. Bayangkan saja, di sini mereka bergerombol. Jangan berpikir mereka mengindahkan physical distancing. Pakai masker sih, tapi kan juga harus jaga jarak.

Rindu menjadi alasan Naila Fitri bersepeda dan transit di Kota Lama bersama teman-temannya.

“Memang kami tertarik ke Kota Lama. Seru, bisa kumpul sama teman-teman,” kata remaja ini.

Nggak jarang sambil berfoto di atas sepeda. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Nggak jarang sambil berfoto di atas sepeda. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Awalnya, dirinya nggak sadar ternyata ratusan goweser lainnya juga transit di tempat yang sama. Hm

Selain itu, saya juga menemui rombongan lain yang lebih sedikit anggotanya. Adalah Anis bersama dua teman lainnya yang mengaku baru pulang dari toko sepeda dan langsung menggunakan sepedanya untuk mengaspal.

“Nggak ada kegiatan dan bosen di rumah,” tuturnya.

Saya harap ada petugas yang memberi peringatan untuk menjaga jarak atau memakai masker. Penasaran, saya sengaja mengililingi Kota Lama untuk mencari tahu. Sayangnya usaha saya nihil. Iya, saya sadar bahwa para goweser ini berada di jalanan, tapi seyogyanya diingatkan untuk tetap jaga jarak. Pengunjung dengan santainya bergerombol, mengambil foto bercanda dengan masker yang terbuka.

Urungkan dulu niatmu mengunjungi Kota Lama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Urungkan dulu niatmu mengunjungi Kota Lama. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Lagi pulan saya pikir sekarang ini berkumpul dengan alasan apa pun bukan ide yang bijak sekali pun niatnya baik. Atau, boleh juga sih kalau goweser tetap pengin melintasi Kota Lama tapi dengan pengawasan Pemkot Semarang. Kota Semarang masih tergolong zona merah, lo.

Kalau kamu merasakan keresahan seperti saya, mending hindari Kota Lama dulu deh,  Millens! (Zulfa Anisah/E05)