Kontribusi Raden Saleh dalam Penemuan Fosil Manusia Purba Pithecantropus Erektus

Kontribusi Raden Saleh dalam Penemuan Fosil Manusia Purba Pithecantropus Erektus
Raden Saleh secara nggak langsung membantu Eugene Dubois dalam menemukan fosil manusia purba pertama, Pithecantropus Erectus. (Wikipedia)

Eugene Dubois yang frustrasi dengan pencariannya di Sumatra mendengar kalau Raden Saleh mengoleksi tulang-tulang yang nggak biasa. Dia lalu memindahkan pencariannya ke Trinil, Ngawi. Di tempat baru itu, Pithecantropus Erectus ditemukan.

Inibaru.id – Pithecantropus Erectus atau populer dengan Homo Erectus adalah sebutan bagi fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Sejarah mencatat penemunya adalah Eugene Dubois.

Tapi, kamu tahu nggak kalau cerita penemuan fosil manusia purba yang dilakukan antropolog asal Belanda ini terinspirasi oleh sang pelukis fenomenal Nusantara Raden Saleh?

Dubois lahir di Eijsden, Belanda, pada 28 Januari 1858. Saat usianya baru 22 tahun, Raden Saleh sudah meninggal di Buitenzorg (nama lain Bogor pada masa kolonial). Tapi, pengaruh Raden Saleh pada pencarian fosil manusia purbanya justru terjadi setelah sang maestro seni meninggal bertahun-tahun kemudian.

Hal ini terungkap dari buku yang ditulis M. Junaedi Al Anshori dan terbit pada 2011 lalu berjudul Masa Prasejarah Sampai Masa Proklamasi Kemerdekaan. Dalam buku tersebut, tertulis jika Homo Erectus sebagai fosil manusia purba pertama yang ditemukan di Tanah Air. Penemunya adalah Dubois di lembah Sungai Bengawan Solo, tepatnya di daerah Trinil yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Museum Trinil, fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus yang ditemukan Dubois dipamerkan. (Sinarpos)
Museum Trinil, fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus yang ditemukan Dubois dipamerkan. (Sinarpos)

Nama Pithecanthropus Erectus sendiri diambil oleh Dubois dari bahasa Yunani kuno yang bisa diartikan sebagai manusia kera yang berjalan dengan tegak. Penemuan ini sampai membuatnya mendapatkan penghargaan dari University of Amsterdam pada 1897 dan memberikan pengaruh besar dari dunia antropologi pra-sejarah, khususnya yang terkait dengan manusia purba di dunia.

Tapi, dalam buku tersebut, disebutkan bahwa Dubois datang ke Trinil karena mengetahui bahwa Raden Saleh memiliki koleksi tulang-tulang nggak biasa di kediamannya. Sang maestro ini ternyata juga pengoleksi fosil.

 Di museum Trinil Ngawi, kita bisa belajar tentang sejarah manusia karena di dalamnya ada koleksi fosil manusia dan hewan purba. (Jpnn/Disway)
 Di museum Trinil Ngawi, kita bisa belajar tentang sejarah manusia karena di dalamnya ada koleksi fosil manusia dan hewan purba. (Jpnn/Disway)

Setelah mempelajari dari mana tulang-tulang koleksi tersebut berasal, Dubois yang sedang frustrasi dengan penggalian di Sumatra yang nggak memberikan hasil apapun sejak 1887 pun langsung banting setir dan memindahkan pencariannya ke Trinil.

Keputusannya ternyata tepat. Pada 1891, Dubois menemukan tulang belulang yang kemudian dia sebut sebagai Pithecanthropus Erectus atau Java Man. Fosil ini diperkirakan sudah berusia 700 ribu atau 2 juta tahun, lo, Millens.

Wah, rupanya selain pelukis legendaris, ilmuwan yang andal, Raden Saleh juga pengoleksi fosil, ya? Dari kegemarannya mengoleksi tulang-tulang yang dia temukan, seorang arkeolog dunia, Eugene Dubois berhasil mengungkap sejarah manusia purba dunia. (Wik, Kum/IB09/E10)