Konser Drive-in, Mungkinkah Jadi Alternatif Hiburan Aman di Tengah Pandemi?

Konser Drive-in, Mungkinkah Jadi Alternatif Hiburan Aman di Tengah Pandemi?
Konser drive-in di PRPP. (Inibaru.id/ Audrian F)

Konser drive-in untuk kali pertama digelar di Semarang. Konsep konser seperti ini dinilai bisa menjadi altenatif konser jika pandemi belum juga membaik. Kamu setuju?

Inibaru.id - Konser drive-in ini mirip seperti film Car. Manusia yang tadinya penuh ingar-bingar memenuhi bagian depan panggung kini berganti dengan mobil. Kalau pun ada manusianya, menontonnya pun harus di dalam mobil, nggak boleh keluar. Selain untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, saya jadi berpikir, mungkin nggak ya ini bakal menjadi kebiasaan baru?

Sebetulnya konsep “menonton di dalam mobil” seperti ini sudah lama diterapkan di negara-negara barat. Indonesia mungkin mulai menggunakan konsep tersebut saat pandemi berlangsung. Namun, yang digelar di Jakarta itu bukan menonton konser, tapi bioskop.

Melihat dari atas mobil. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Melihat dari atas mobil. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nah, barulah Kota Semarang untuk kali pertama mengadakan konser drive-in di Indonesia pada Rabu (30/7/2020) malam. Dalam hal ini event organizer (EO) Mahkota bekerja sama dengan Pemkot dan Polrestabes Semarang.

Tujuan utamanya, selain bikin terobosan baru, adalah untuk membantu para pekerja di industri kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. Inilah kenapa, konser tersebut bertajuk “Charity Concert Drive-in”.

Tampak dari atas panggung. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Tampak dari atas panggung. (Inibaru.id/ Audrian F)

Konser drive in yang dilaksanakan di PRPP Semarang ini mengundang sejumlah musikus seperti Jikustik, Soulgroove, dan Yuda Leobetty.

Jujur, saya nggak begitu tahu para pemusik ini. Jikustik pun sudah nggak ngikuti lagi semenjak ganti vokalis. Namun, daya tariknya kan memang pada konsep konsernya yang berdiam di dalam mobil, bukan?

Malam itu, ada puluhan mobil yang ikut meramaikan konser, tentu saja selain pejabat yang diundang. Namun, memang, untuk konser pertama ini, jumlah mobilnya harus dibatasi.

Kalau saya amati, duduk di dalam mobil tentu nggak seperti di tribun yang tempatnya meninggi sehingga objek yang ditonton kelihatan. Kalau mobil kan sejajar.

Jikustik turut memeriahkan konser drive-in. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Jikustik turut memeriahkan konser drive-in. (Inibaru.id/ Audrian F)

Untuk penonton yang kebetulan membawa mobil ber-sunroof yang bisa dibuka lebar, mereka bisa melihat konser dengan membuka atapnya agar bisa melihat langsung. Namun, tanpa fasilitas itu, bisa dipastikan kamu cuma bisa dengar suara sembari lihat mobil di depanmu. Ha-ha.

Solusinya, pihak EO menyalurkan rekaman suara konser ke dalam radio mobil para penonton. 

Seperti saya, hampir semua pengunjung terlihat menikmati konser drive-in ini. Meski bintang tamunya mungkin bukan musikus kekinian yang sangat terkenal, setidaknya menurut saya, penonton tampak terhanyut. Ehm, bisa jadi juga karena mereka meng-cover lagu yang akrab didengar banyak orang, jadi semua bisa menikmati. Ha-ha. 

Sebelum masuk dicek protokol kesehatan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Sebelum masuk dicek protokol kesehatan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain ikut menyaksikan konser dengan cara drive-in, saya juga bikin Instastory di Instagram.

Selang beberapa menit, teman-teman saya berkomentar dan nadanya hampir seirama: “Wah nggak relate dengan aku yang nggak punya mobil!” atau “Kalau nggak punya mobil kayak aku nggak bisa dong!”. Terus, ada juga yang bilang, “Nggak cocok buat aku yang sobat misquen!

Seperti komentar mereka, saya pun menimpali dengan jawaban yang nggak jauh berbeda. Yeah, kalau bukan liputan, kayaknya saya juga nggak bisa nonton konser kayak gini!

Saat-saat begini, agaknya punya teman bermobil bakal sangat menguntungkan ya, Millens! Ah, mari merawat pertemanan! Ha-ha. (Audrian F/E03)