Kilas Balik Pendirian Kudus dari Kalender Hijriah

Kilas Balik Pendirian Kudus dari Kalender Hijriah
Pembukaan Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus tetap dilakukan meski gerimis. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Tahu nggak sih Kudus didirikan bersamaan dengan bangunan bersejarah di wilayah itu? Yuk, simak runutan sejarah Kudus berikut.

Inibaru.id – Selama ini, Hari Jadi Kudus diperingati setiap 23 September. Tanggal tersebut ditetapkan berdasarkan penanggalan Masehi. Namun, bila ditelusuri kembali, Kudus juga punya tanggal pendirian yang ditetapkan berdasarkan kalender Hijriah.

Menurut penanggalan Islam itu, Kudus didirikan pada 19 Rajab 956 H. Wilayah yang dulu disebut dengan Negeri Kudus itu dulu dibangun Jafar Shodiq alias Sunan Kudus bersamaan dengan Masjid Al-Aqsho Menara Kudus.

“Sesuai dengan prasasti, Sunan Kudus sudah membangun Masjid Al-Aqsha dan Negeri Kudus pada 19 Rajab. Ada itu prasastinya di atas mihrab pengimaman,” kata Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makan Sunan Kudus (YM3SK) Em Nadjib Hasan.

Masjid Al-Aqsha tepat berada di samping Menara Kudus. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Ada sejumlah versi cerita mengenai pendirian sekaligus pemberian nama Kudus ini. Berdasarkan penjelasan di laman resmi Kabupaten Kudus, kuduskab.go.id, Kudus merupakan wilayah yang dimiliki Jafar Shodiq yang berasal dari hadiah Raja Palestina kala itu.

Jafar Shodiq sebenarnya dapat hadiah wilayah di Palestina. Namun, dirinya justru izin untuk diberikan tanah di Pulau Jawa saja. Alhasil, Raja Palestina memberikan sebidang tanah di bagian utara Jawa Tengah itu.

Soal nama, konon Sunan Kudus mengambilnya dari wilayah Yerussalem yang dikenal dengan Al-Quds yang berarti suci. Masjid yang dibangun bersamaan dengan Negeri Kudus juga diberi nama Al-Aqsha. Nama itu sama persis dengan masjid yang ada di Yerussalem.

Gapura yang ada di tengah Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Orang (kadang) salah memahaminya. Kalau kita bicara Kudus dalam perspektif budaya jangan samakan dengan administratif. Kudus secara antropologi budaya itu ya sini (wilayah Menara). Jadi, Negeri Kudus ya di sini,” imbuh Nadjib.

Nah, tahun ini Hari Jadi Kudus berdasarkan penanggalan Hijriah dirayakan secara gegap gempita. Ada serangkaian agenda pada acara yang disebut Ta’sis (pendirian) ini. Acara dibuka mulai Minggu (24/3/2019) dengan menabuh bedug di depan Menara. Kemudian dilanjutkan dengan terbang kolosal dan diskusi tentang “Banyu Penguripan: Urip dan Urup” pada malam harinya.

Acara terbang kolosal dalam rangka Ta'sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus pada Minggu (24/3/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Sementara, puncak acara diperingati dengan kirab air dari 50 sumber mata air yang diambil dari segala penjuru Kudus pada Senin (25/3). Kirab dimulai dari Alun-Alun Kudus dan berakhir di Menara Kudus. Ta'sis kali ini juga dimeriahkan festival kuliner tradisional yang buka sejak Minggu (24/3) hingga Senin (25/3).

Wah, semakin kaya sejarah ya kota yang juga disebut Kota Kretek ini. Hayo, siapa yang sudah pernah berkunjung ke Kudus?  Kamu bisa puas wisata religi sekaligus kuliner di sini, lo. (Ida Fitriyah/E05)