Kelenteng Maha Agung, Tempat Ibadah yang Superinstagramable

Kelenteng Maha Agung, Tempat Ibadah yang Superinstagramable
Bagian gerbang kelenteng Maha Agung . (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kelenteng yang sudah berdiri sekitar 9 tahun ini punya arsitektur unik sehingga menarik minat pengunjung. Nggak cuma untuk beribadah, pengunjung juga boleh kok sekadar berfoto di berbagai sudut yang kental dengan arsitektur Tiongkok ini.

Inibaru.id - Libur diguyur hujan dalam beberapa hari ini bikin Kota Semarang kembali cerah. Kesempatan itu nggak saya sia-siakan begitu saja. Pada pagi yang cerah itu saya memacu kendaraan ke salah satu tempat ibadah di kawasan Tanah Mas yang tengah viral, Kelenteng Maha Agung. Yap, kelenteng yang nggak sepopuler Tay Kak Sie ini kini jadi salah satu spot foto yang instagenik di Kota Semarang.

Cuaca yang cerah bikin saya harus menerima konsekuensi panasnya sinar matahari yang menyengat. Buru-buru saya menepikan kendaraan di pelataran kelenteng yang punya pintu masuk menyerupai gapura tersebut. Nggak ingin gosong, saya langsung melesat masuk ke bagian teras kelenteng yang lebih teduh.

Setelah meniti belasan anak tangga, saya bertemu tiga jemaat kelentang yang saat itu asyik berbincang dengan bahasa Hokkian. Saya menyapa mereka dan bertemu dengan Asan, seorang jemaat yang juga bertugas mengurus kelenteng tersebut.

Patung dewa yang diletakkan di empat penjuru berbeda. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Patung dewa yang diletakkan di empat penjuru berbeda. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Menurutnya, kelenteng yang sudah 9 tahun berdiri tersebut memang sudah dikenal luas berkat arsitekturnya yang unik. Bagi saya yang baru mengetahui keberadaan kelenteng secantik ini, saya merasa kudet karena baru tahu keberadaannya dalam beberapa hari ini. Yang juga menarik, arsitek dan bahan bangunan kelenteng didatangkan dari Tiongkok. 

“Banyak yang ke sini untuk ibadah dan foto-foto,” jelas lelaki bertubuh gempal tersebut.

Banyak Spot Menarik

Saat mengedarkan pandangan, saya menemukan berbagai spot menarik yang bisa digunakan sebagai latar belakang foto selain gerbang abu-abu bercorak emas yang jadi favorit pengunjung. Jika masuk ke bagian pelataran, kamu bakal menemukan ukiran berukuran cukup besar di atas  batu granit dengan posisi setengah tidur dan diapit dua tangga.

Pada bagian teras kelenteng yang nggak terlalu luas tersebut, terdapat pilar besar dengan ukuran 3 dimensi yang begitu hidup.  Pilar ini menjulang tunggi menopang atap yang berbentuk pagoda yang menurut Asan terdiri atas 4 susun.

Tempat sembahyang jemaat kelenteng. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Tempat sembahyang jemaat kelenteng. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain itu, bagian dalam kelenteng yang gak terlalu besar juga bisa digunakan untuk berfoto lo. Ada puluhan replika patung dewa serta ukiran khas Tiongkok dengan corak merah dan emas memang sangat memukau. Asan mengatakan bahwa semua orang diperbolehkan berkunjung meskipun cuma berfoto.

“Kita welcome, nggak ada masalah. Siapa pun orangnya yang mau foto kita persilakan,” tambahnya.

Saking uniknya, kelenteng ini populer hingga lintas pulau. Beberapa pengunjung sengaja datang untuk melihat keunikan kelenteng yang terletak di Jl Taman Hasanudin No 27 ini. Asan pun mengungkapkan para pelancong ini pun terkesan dengan arsitekturnya yang begitu indah.

Kelenteng kecil yang berada di tengah permukiman warga ini layak disebut sebagai toleransi. Asan mengaku jemaat yang biasanya beribadah kebanyakan bukan merupakan warga Tanah Mas.

“Di depan dan samping ini merupakan warga dengan agama Kristen dan Islam, nggak ada protes. Di sini damai, rukun dan saling menghargai," pungkasnya.

Tertarik datang ke sini, Millens? Kelenteng ini gratis untuk umum dan dibuka mulai pukul 06.00 – 18.00 WIB. Selamat melancong, ya! (Zulfa Anisah/E05)