Ke Gunung Lanang, Menikmati Panorama Alamnya dan Mengobati Penasaran Mitosnya
Keindahan alam dari puncak Gunung Lanang. (Iripcorner)

Ke Gunung Lanang, Menikmati Panorama Alamnya dan Mengobati Penasaran Mitosnya

Banyak banget wisata baru yang dibuka di Kulonprogo. Salah satnya adalah Gunung lanang. Selain karena keindhan alamnya, gunung ini juga menyimpan mitos yang mengulik rasa ingin tahu.

Inibaru.id- Sejak resmi dibuka pada Mei 2015, Gunung Lanang menjadi spot favorit pelancong penikmat wisata alam. Walaupun namanya gunung, sebetulnya Gunung Lanang yang berada di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, DI Yogyakarta, ini adalah puncak daari gugusan perbukitan Menoreh.

Untuk menjangkaunya, kamu bisa mengambil jalur ke arah Goa Kiskendo. Jalannya menanjak, jadi alangkah lebih baik kamu memakai motor ketimbang mobil. Namun, tetap berhati-hati, karena banyak kelokan tajam.

Di atas Gunung Lanang kamu nggak akan hbis-habisnya mengagumi tampilan keindahan alam. Birunya laut selatan, kegagahan gunung Merbabu dan Gunung Merapi, bahkan hamparan luas Samudra Hindia juga tampak dari sini.

Supaya lebih puas, kamu bisa menikmati semua itu dari gardu pandangnya. Sunset di sini juga nggak kalah menakjubkan dibanding tempat lain.

Pemandangan laut selatan dan Samudra Hindia dari Gunung Lanang. (WISKP)<br>
Pemandangan laut selatan dan Samudra Hindia dari Gunung Lanang. (WISKP)

Selain karena keindahan alamnya, pelancong juga tertarik dengan mitos yang beredar mengenai gunung itu, yakni mengenai gua yang dahulu menjadi tempat bersemedi Kyai Lanang dan Nyi Rantam Sari.

Lokasi gua tempat semedi Kyai Lanang berada dekat dengan puncak Gunung Lanang, sedangkan tempat Nyai Rantam Sari berada di bawah.

Sampai saat ini gua tersebut masih dikunjungi orang untuk memperoleh wangsit. Konon, bila ke tempaat itu membawa gula jawa lalu terbakar maka itu pertanda bahwa orang tersebut telah memperoleh kesaktian.

Pengunjung menikmati pemandangan dari atas Gunung Lanang. (Instagram/ery_nofita_susanti)<br>
Pengunjung menikmati pemandangan dari atas Gunung Lanang. (Instagram/ery_nofita_susanti)

Jam berkunjung hanya terbatas sampai pukul 18.00 WIB. Namun, kalau mau caming juga boleh, asal izin dulu dengan pengurus desa.

Satu pantangan, dilarang membawa pulang apa pun dari tempat itu ya! Jaga alam, jaga lingkungan, dan jaga diri! (MG25/E03)