Ketika Kampung Jadi Tempat Piknik di Solo

Kampung tematik kini sedang menjadi destinasi wisata yang lagi ngehit, salah satunya di Solo, Jawa Tengah. Di kota tersebut, kini sudah ada tujuh kampung wisata tematik yang bisa jadi pilihan untuk kamu kunjungi.

Ketika Kampung Jadi Tempat Piknik di Solo
Kampung Mural Joho (okezone.com)

Inibaru.id - Bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja? Kalau di antara kamu ada yang merasa demikian, mungkin inilah saatnya kamu mencoba urban tourism. Bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata, program urban tourism sedang digalakkan untuk menghindari stagnasi objek wisata. Jadi, program ini bisa diartikan sebagai wisata kota atau wisata kampung dengan tema-tema unik.

Nah, salah satu kota yang memiliki kampung tematik adalah Kota Solo, Jawa Tengah. Dengan keunikan masing-masing, hingga Maret 2018 Solo sudah mempunyai tujuh kampung tematik yang siap menyambit kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara.

Jadi, buat kamu yang sedang mencari alternatif objek wisata terutama wisata edukasi, ketujuh kampung wisata tersebut bisa jadi rujukan.

Kampung apa sajakah itu?

Ketujuh kampung wisata tematik tersebut yaitu Kampung Mural Joho, Kampung Sayur Mojosongo, Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan, Kampung Ekowisata Bumi, Kampung Blankon Serengan, dan Kampung Permata Jayengan.Terdengar menarik, bukan?

Mengutip beritagar.id (6/8/2018), berikut ini ada beberapa informasi dari beberapa kampung tematik tersebut.

Baca juga:
Di Atas Jembatan Cinta Bersama Sang Tercinta
Ayo Piknik ke Kota Seribu Curug di Purbalingga

Kampung Batik Laweyan

Berada di Jalan Doktor Radjiman no.521, Laweyan, Jawa Tengah, Kampung Batik Laweyan merupakan pusat batik tertua dan terkenal di Solo setelah Kampung Batik Kauman yang berada di Jalan WiJaya Kusuma. Memiliki luas area sekitar 24,83 hektare, Kampung Batik Laweyan berpenduduk sekitar 2.500 jiwa dengan mayoritas bekerja sebagai pedagang atau pembuat batik.

Lalu apa bedanya dengan Kampung Batik Kauman? Meskipun sama-sama menjadi kampung bertema batik,namun batik yang dihasilkan dari kedua kampung tersebut berbeda, lo. Batik dari Kampung Kauman cenderung berwarna gelap dan bermotif klasik. Sedangkan batik dari Kampung Laweyan memiliki warna lebih terang. Hingga sekarang sudah ada 250 motif batik khas Kampung Batik Laweyan sudah mendapat hak paten. Wah, banyak sekali ya?

Eits, nggak hanya itu saja yang menjadi data tarik Kampung Batik Laweyan.Selain memiliki sejarah sebagai kota batik tertua, gaya arsitektur kampungnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Jika berkunjung ke sana, kamu akan  menemukan dinding tinggi dan gang-gang sempit menjadi karakter khas kampung batik ini.

Selain berburu batik, di Kampung Batik Laweyan kamu juga bisa mengikuti kursus membatik, lo. Waktunya sekitar dua jam saja, dan kamu bisa membawa pulang hasil karyamu. Tapi kalau kamu ingin mendalami teknik pembuatan batik tulis maupun cap, tersedia juga pelatihan membatik secara intensif. Wih, seru dan mengasyikkan sekali.

 Kampung Mural Joho

Sesuai dengan namanya, berkunjung ke Kampung Mural Joho kamu akan menemukan banyak sekali mural di kampung wisata ini. Mulai dari tokoh Nasional, suporter sepak bola, tokoh pewayangan, dan bahkan mural mantan Presiden Indonesia pertama, Soekarno hingga Jokowi semua terlukis di tembok bangunan warga Kampung Joho.

Berada di Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, kampung yang hanya dihuni 70 kepala keluarga ini dahulu nggak begitu dikenal masyarakat. Namun semuanya berubah berkat gagasan seorang warga bernama Marjanto. Dari gagasannya itu, dibuatlah karya berupa mural da relief di tempok rumah warga, tepatnya di gang masuk kampung. Berbekal keahlian melukis, dia lalu membuat mural Presiden Joko Widodo yang ketika itu menjabat Wali Kota Surakarta.

Oya, perlu kamu tahu, di Kampung Joho setiap akhir pekan juga ada anak-anak bermain permainan tradisional. Selain itu, setiap akhir pekan Sabtu-Minggu mulai pukul 15.00 - 17.30 WIB jalan masuk kampung ditutup untuk kendaraan.

Kampung Blangkon Serengan

Apakah kamu tahu blangkon? Nggak hanya dijadikan pakaian adat, blangkon juga sudah menjadi buah tangan khas Kota Solo. Nah, di Kota Solo ada satu perkampungan yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengrajin blangkon. Lantaran hal tersebut, maka kampung itu lalu dijuluki sebagai Kampung Blangkon.

Baca juga:
Yuk Naik Loko Antik Mengitari Pabrik Gula!
Kesejukan Telaga Air Cempaka, Tegal

Terkenal sebagai sentra pengrajin blangkon, terdapat bermacam-macam kerajinan blangkon yang diproduksi di Kampung Blangkon. Mulai blangkon dari Yogyakarta, Solo, Madura, Betawi, sampai khas Sunda juga ada, lo.

Identik dengan pengrajin blangkon, Kampung Blangkon memiliki paguyuban bernama Maju Utomo yang beranggotakan 23 pengrajin blangkon. Nah, kegiatan paguyuban ini adalah membagi orderan supaya dari salah satu anggota nggak gulung tikar.

Nah, itu tadi tiga dari tujuh kampung wisata tematik yang ada di Solo. Bagaimana, kamu tertarik untuk menyambanginya? (ALE/SA)