Kampung Sudiroprajan, Tempat Berbaurnya Etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta

Kampung Sudiroprajan, Tempat Berbaurnya Etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta
Kampung Sudiroprajan, tempat berbaurnya etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta. (Tribunnews)

Setiap kota besar di Jawa, termasuk Kota Solo, umumnya memiliki kawasan Pecinan. Sebagai pusat pemerintahan di masa lampau, kota ini memberi ruang pula untuk para pendatang, termasuk pendatang dari Tiongkok. Kampung Sudiroprajan adalah saksi bisu bagaimana warga dari kedua etnis menyatu dan membentuk budaya baru.

Inibaru.id – Jika etnis Tionghoa di Yogyakarta bermukim di Kampung Ketandan, sebagian besar etnis Tionghoa di Surakarta tinggal di Kampung Sudiroprajan. Yap, kampung di Kecamatan Jebres ini berlokasi tepat di belakang Pasar Gede Harjonagoro.

Kamu yang sering berkunjung ke pasar ini mungkin familiar pula dengan Kampung Sudiroprajan. Meski sering disebut sebagai kawasan Pecinan, kenyataannya warga Tionghoa di sana juga menyatu dengan warga Jawa, lo.

Lokasi kampung yang dekat dengan pasar memiliki sejarah panjang. Akibat peristiwa Geger Pecinan, Keraton Kasunan Surakarta dipindahkan ke Desa Sala. Warga Tionghoa kemudian memilih tinggal di utara Pasar Gede dan terbentuklah Kampung Sudiroprajan.

http://surakarta.go.id/wp-content/uploads/2018/05/Sudiroprajan-Kampung-Tionghoa-Kota-Solo.jpg

Perkawinan campur melahirkan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa di tempat ini. (Surakarta.go.id)

Sebelum menjadi seperti sekarang, Pasar Gede Harjonagoro dulunya adalah pasar keraton. Pada 1923, Sultan Pakubuwana X meminta Thomas Karsten menjadi arsitek yang merenovasi pasar. Sejak itulah, baik pedagang peranakan Tionghoa dan "pribumi" makin menguatkan roda ekonomi Surakarta.

Supaya memudahkan warga Tionghoa beribadah, pada masa pemerintahan Sultan Pakubuwana II, dibangunlah Klenteng Tien Kok Sie. Klenteng ini nggak sekadar jadi rumah ibadah, tapi juga tempat belajar warga Tionghoa.

Karena sudah puluhan tahun tinggal bersama, nggak heran jika akulturasi antara budaya Tionghoa dan Jawa terjadi.

Menjelang Imlek, kamu akan melihat bagaimana kampung ini ramai oleh lampion. Dengan digelarnya Grebeg Sudiro, suasana pun jadi tambah meriah.

Perayaan Imlek di Kampung Sudiroprajan. (Antara Foto/Andika Betha)

Nah, ketimbang bingung mau ke mana saat Imlek nanti, habiskan saja waktumu menonton kirab tersebut. Lewat tradisi ini pula, kerukunan antarwarga bisa saling dijaga. Bukankah damai itu indah? (IB15/E03)