Kampung Adat Flores Jadi Primadona Wisatawan

Tiga kampung adat di Flores yang mempertahankan pola hidup mengelompok dan menjunjung adat-istiadat yang diwariskan dari nenek moyang. Ketiganya jadi primadona wisatawan.

Kampung Adat Flores Jadi Primadona Wisatawan
Kampung Wae Rebo, salah satu kampung adat di Flores yakni (detikTravel.com)

Inibaru.id – Sobat Millens, sudah buat rencana liburan akhir tahun ini ke mana? Nah, kampung adat di Flores bisa jadi pilihan buat kamu yang ingin liburan. Flores sudah terkenal dengan bentang alam, kopi, dan kekayaan bahasanya, lo.

Ada yang unik nih, pola kehidupan masyarakatnya masih mempertahankan pola hidup mengelompok dan menjunjung adat-istiadat yang diwariskan nenek moyang, tetapi mereka tetap membuka diri untuk masyarakat luar. Di Flores ini ada tiga kampung adat yang menjadi primadona wisatawan.

Baca juga:
Keelokan Garis-Garis Terasiring Panyaweuyan
Dari Rumah Pohon Banyu Anyep Terhampar Keindahan

Sobat Millens yang liburan di Flores wajib nih untuk datang ke tiga kampung adat itu. Dilansir dari Tempo.co, kampung adat yang pertama yakni Kampung Bena, berada di tengah Pulau Flores, tepatnya 19 kilometer di sisi Selatan Bajawa, masih di Kabupaten Ngada, berporoskan Gunung Inerie (2245 mdpl). Di sana kamu bisa jumpai kampung adat yang lekat mengesankan kehidupan zaman batu atau megalitikum.

Yang kedua, Kampung Wae Rebo yang berlokasi di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur. Bangunan rumahnya disusun melingkar, membentuk sebuah perkampungan mini yang misterius. Rumah itu menjulang tinggi, mencapai 15 meter. Di dalamnya ada ruangan lima lantai, tempat segala aktivitas penghuninya dilakukan. Selain bangunan yang unik, kehidupan masyarakatnya patut disoroti. Sehari-hari, mereka melakukan aktivitas yang nggak jauh-jauh dari tempat tinggalnya. Para perempuan menenun kain, sementara para lelaki menjadi peladang.

Baca juga:
Kampung Persahabatan Bukan Kampung Biasa
Siap-Siap Piknik ke Hutan Mangrove

Yang ketiga, Kampung Gurusina, tradisi masyarakatnya yang membuat kampung ini memiliki ciri khas unik. Di sana, setiap keluarga menyimpan ari-ari anaknya di dalam batok kelapa, lantas ditempatkan di dahan pohon yang paling tinggi dan rindang. Dengan tradisi ini, anak-anak dipercaya akan menjadi penurut dan pelindung, wow.

Jadi, sudah tahu ketiga kampung adat di Flores ya. Millens, yuk mulai menata barang-barang yang ingin dibawa liburan. Tancap gas ke sana, yuk! (LAM/SA)