Pesona Cacaban: Dari Nyamannya Bukit Teletubies hingga Mengelilingi Waduk Buatan

Pesona Cacaban: Dari Nyamannya Bukit Teletubies hingga Mengelilingi Waduk Buatan
Waduk Cacaban Kabupaten Tegal. (Bbwspemalijuana)

Menyambangi Waduk Cacaban, kamu nggak hanya disuguhi danau asri nan tenang. Di sana, kamu juga bisa mengarungi waduk yang dikelilingi "bukit teletubies" itu. Hm, tertarik?

Inibaru.id – Berada di garis pantai utara Jawa Tengah, Kabupaten Tegal dikenal memiliki sejumlah lokawisata andalan berupa pantai. Namun, Kota Bahari ini nggak cuma punya pantai, lo. Coba deh berkunjung ke Waduk Cacaban yang dikelilingi “Bukit Teletubies” saat ke Tegal.

Dikutip dari Detik.com (19/6/2018), sebelum dibangun waduk, Cacaban semula hanyalah kawasan bukit tandus. Setelah waduk dibangun pada 1952 dengan membendung air sungai, tempat itu menjadi lebih asri dan menciptakan savana luas yang mengelilingi waduk.

Waduk Cacaban pada sore hari. (Ngelayab)

Kamu yang suka berwisata ke alam terbuka, tempat ini cocok untuk kamu sambangi. Bayangkan, duduk di rerumputan nan lapang sembari menikmati tenangnya air danau buatan! Menenangkan, bukan? Sementara, dari kejauhan, kamu juga bisa menyaksikan Gunung Semar dan Slamet memunggungi waduk seluas 928 hektare tersebut.

Jika berkunjung saat musim kemarau, bukit teletubies yang mengelilingi waduk akan nampak menguning, laiknya karpet luas yang digelar di alam terbuka. Kamu juga bisa melihat pulau-pulau kecil di tengah waduk karena airnya surut. Masyarakat setempat biasanya memanfaatkan gundukan itu untuk berladang.

Naik Perahu

Nggak puas hanya menikmati Cacaban dari jauh? Kamu bisa mengelilingi danau dengan naik perahu, lo. Untuk sekali jalan dari dermaga menuju bibir waduk di seberang, kamu hanya dikenai tiket sebesar Rp 10 ribu. Itu pun masih bisa ditawar. Murah, bukan?

Mengelilingi Cacaban selama kurang lebih 25 menit, kamu bisa menyaksikan hutan alami dan kebun buah yang ada di perbukitan sekitar danau.

Deretan perahu di Waduk Cacaban yang bisa disewa. (Instagram/Harjo_id)

Oiya, buat pelancong minimalis yang nggak suka bawa banyak bawaan termasuk bekal, nggak perlu khawatir. Di sekitar Waduk Cacaban ada beberapa tempat makan yang cukup untuk menumpas rasa lapar dan hausmu, dengan menu utama: olahan ikan air tawar! Hm, yummy!

Lokawisata ini juga terbilang cukup ramah anak dengan tersedianya area bermain. Kamu yang suka camping juga bisa berkemah di sini. Musala dan toilet juga ada. Terus, ada juga rumah pohon buatan yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Pada hari biasa, harga karcis masuk ke Waduk Cacaban adalah Rp 3.500. Sementara, pada weekend harga tiketnya naik menjadi Rp 4.500. Kemudian, buat yang membawa kendaraan, kamu juga bakal dikenai jasa parkir warga sebesar Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.

Beningnya Waduk Cacaban. (Gablinkfamily.blogspot)

Waduk ini berada di Kecamatan Kedungbanteng, sekitar delapan kilometer dari Slawi. Bila memulai perjalanan dari Slawi, kamu tinggal mengikuti jalur Tegal-Purwokerto, lalu berbelok ke timur di jalan alternatif menuju Pemalang yang sudah diaspal mulus.

Nggak sulit mencapainya, kan? Kuy, atur jadwal liburanmu. (IB20/E04)