Jelajah Berfaedah ke Lapak Buku Bekas yang Ada di Semarang Yuk!
Seorang pengunjung sedang melihat-lihat buku di lapak buku bekas Stadion Diponegoro. (Inibaru.id/ Audrian F)

Jelajah Berfaedah ke Lapak Buku Bekas yang Ada di Semarang Yuk!

Butuh buku langka dan nggak tersedia di toko buku besar? Cobalah menjelajah ke beberapa lapak buku bekas di Semarang ini.

Inibaru.id - Saya sempat galau karena sering nggak menemukan buku-buku tertentu di toko buku besar yang ada di Semarang. Padahal buku-buku itu sungguh penting untuk menunjang materi kuliah. Hingga saya memutuskan untuk mencarinya di lapak buku bekas yang ada di Semarang.

Bagi saya, buku-buku bekas nggak seperti barang bekas lain yang sudah usang dan nggak menarik lagi. Meski akan kalah saing dengan buku-buku terbitan yang baru, namun kandungan isi di dalamnya akan tetap berguna sampai kapan pun.

Saya beruntung karena di Kota Semarang masih dengan mudah menemukan lapak-lapak penjual buku bekas. Menariknya lagi, saya bisa menawar.

Nah, berikut ini adalah daftar lapak buku bekas yang jadi rujukan saya berburu buku. Simak yuk!

Pasar Bulu

Lapak buku bekas di Pasar Bulu yang tampak sepi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Penjual buku bekas di Pasar Bulu merupakan pindahan dari pedagang di Pasar Johar. Saya bergegas ke lantai 3 tempat lapak-lapak buku ini berada. Di sana berjejer buku-buku bekas yang masih layak baca dari buku "berat" seperti politik, sastra, hingga buku bacaan "ringan" seperti komik. Jangan salah, Millens! Kondisi buku-buku ini masih bagus kok.

Paling nggak, ada dua kios buku yang ada di pasar yang terletak di Jl. Mgr Sugiyopranoto, Barusari, Semarang Selatan ini. Salah satu pedagang mengatakan dirinya nggak ikut relokasi ke MAJT karena pertimbangan lokasi. "Di sana (MAJT) tempatnya tidak strategis. Kalau di sini kan masih tengah kota. Langganan saya juga mudah menjangkaunya,” ungkap Anjar, Jumat (12/4).

Stadion Diponegoro

Lapak buku bekas di Stadion Diponegoro sudah cukup dikenal bagi pemburu buku bekas. (Inibaru.id/ Audrian F)

Pemburu buku bekas pasti nggak asing lagi dengan tempat ini. Tempat ini menjadi ikon lapak buku bekas yang ada di Semarang. Terletak di Jl. Mataram (MT. Haryono), kamu bisa puas udal-udal buku hingga sore. Selain buku-buku pelajaran, kuliah dan novel, kamu juga bakal menemukan majalah bekas terkemuka seperti National Geographic dan Intisari.

Relokasi Pasar Johar

Pembeli sedang menawar harga buku di lapak buku bekas Pasar Johar. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kalau kamu mencari lapak buku bekas langgananmu waktu di Pasar Johar dulu, mungkin kamu bisa menemukannya di sini. Semenjak Pasar Johar terbakar, para pedagang dipindah ke sini tepatnya di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Kamu bisa langsung menuju ke B14 kalau mau mencari buku.

Berbagai macam buku dijual di sini. Ada buku-buku sastra, politik, teologi, buku agama, komik, dan majalah-majalah. Soal kualitas semuanya ada. Mau yang asli atau kw kamu bisa mendapatkannya. Oya, jangan malu menawar ya, Millens.

Pasar Antik Kota Lama

Lapak buku bekas di Kota Lama tampak kurang tertata rapi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kamu yang jalan-jalan ke area Gereja Blenduk Kota Lama bolehlah melipir sebentar ke kios-kios buku bekas di Pasar Seni Padangrani ini. Letaknya di samping Taman Srigunting. Barangkali kamu butuh membuat kliping dari koran lama, tempat ini bisa jadi targetmu. Nggak tanggung-tanggung, koran bekas di sini ada yang dari zaman penjajahan Jepang, lo.

Satu tips jika kamu pengin berburu buku bekas di sini, sabar! Pasalnya tumpukan buku di rak atau meja terkesan nggak rapi. Nggak digolongkan berdasar kategori. Meski banyak buku yang kertasnya sudah menguning, tapi tulisannya masih tetap terbaca kok. Berbagai macam jenis buku ada di sini mulai dari novel, majalah, dan komik-komik lawas.

Lapak Pak Anwar Sadat

Lapak buku sekaligus tempat reparasi kipas angin milik Anwar. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kamu mungkin juga nggak bakal menyangka kalau tempat ini merupakan lapak buku bekas. Pasalnya sang pemilik juga menerima reparasi barang elektronik. Jadi jangan heran kalau kamu di depan rak buku dan sekitarnya ada onderdil-onderdil alat elektronik seperti baling-baling kipas angin. Hmm!

Anwar Sadat merupakan generasi kedua toko yang terletak di perempatan Bugel, Sompok, Peterongan Timur ini. Di tokonya banyak buku berbahasa asing seperti Inggris dan Belanda.

”Saya menyediakan buku di sini agar semua kalangan melek baca. Bahkan tukang dan masyarakat bawah yang mungkin tidak terlalu memandang penting sebuah buku. Tidak harus beli, pinjam pun juga boleh,” kata Anwar, Sabtu (13/4). Anwar adalah satu dari sedikit orang yang peduli pada budaya membaca. Dari sudut pandang saya dialah pahlawan literasi sebenarnya.

Toko Buku Pinokio

Christiyanti di antara buku-buku komiknya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Terletak di Jalan Rambutan Raya nomor 22, Lamper Lor, toko buku ini dulunya rental komik. Jadi jelas Pinokio menjadi surga buat para penggila komik. Di sini kamu bisa membeli berbagai judul komik bekas dengan harga murah. Cukup dengan Rp 2000 hingga Rp 15.000, kamu boleh bawa pulang satu buah komik bekas favoritmu.

“Sekarang dijual murah-murah saja. Biar segera habis dan tidak dimakan rayap. Itupun tidak banyak juga yang beli. Beda orang baca buku dulu sama sekarang,” ucap Christiyanti, istri pemilik toko, Sabtu (13/4).

Nggak hanya komik, Millens. Ada juga kok novel-novel lawas seperti karya Mira W, Marga T, sampai Motinggo Busye. Buat kamu yang hobi baca cerita silat Kho Ping Hoo, bisa menuju sudut toko. Jajaran rapi buku bakal mengusikmu buat eker-eker.

Bagi perempuan paruh baya ini, peminat buku nggak sebanyak dulu. Christiyanti bercerita kalau dulu orang suka bolak-balik meminjam komik dan novel dari tokonya. "Sekarang sudah ada internet sama game online jadi nggak tertarik sama buku lagi. Setelah dulu ramai, sekarang jadi kesepian saya,” katanya.

Meskipun tempat-tempat ini jauh dari kesan nyaman, tapi tetap recommended kalau kamu sudah menyerah mencari buku di toko buku besar. Oya, jangan lupa bawa air minum dan lap keringat. Dijamin badanmu penuh lelehan keringat saking panasnya. Ha ha (Audrian F/E05)