Itinerary Yogyakarta Sehari, Ke Mana Saja Ya?

Itinerary Yogyakarta Sehari, Ke Mana Saja Ya?
Puas jalan-jalan di Kota Pelajar cuma sehari bisa kok. Yuk ikuti itinerary Yogyakarta sehari berikut ini. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Kota Yogyakarta selalu menarik untuk dikunjungi lagi dan lagi. Bahkan meskipun hanya sehari, rasanya kota ini terlalu sayang untuk dilewati. Biar puas menikmati traveling ini, saya sudah menyusun itinerary Yogyakarta sehari yang menyenangkan.

Beragamnya pilihan tempat wisata dan kuliner dengan harga yang relatif terjangkau, membuat Kota Yogyakarta sering dipilih sebagai tempat berakhir pekan oleh para wisatawan, termasuk saya.

Meskipun hanya memiliki waktu satu hari, saya dan seorang teman berniat penuh untuk pergi ke Yogyakarta. Rencananya, kami akan berangkat pagi dan langsung pulang pada malamnya seperti yang kami niatkan pada itinerary Yogyakarta sehari yang sudah disusun.

Pagi-pagi sekali kami sudah berada di Stasiun Balapan Solo. Kami berencana naik kereta prameks dengan tiket seharga Rp 8.000, yang sudah kami pesan jauh-jauh hari.

Seperti biasa, kedatangan prameks langsung diserbu orang-orang yang sudah menunggu. Beruntung, kami mendapatkan tempat duduk. Kami pun menikmati perjalanan hingga prameks berhenti di Stasiun Tugu.

1. Brongkos Handayani

Sepiring brongkos Handayani bakal memberimu kekuatan menyelesaikan itinerary Yogyakarta sehari. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)
Sepiring brongkos Handayani bakal memberimu kekuatan menyelesaikan itinerary Yogyakarta sehari. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Sesampainya di Yogyakarta, kami langsung menuju lokasi wisata kuliner pertama, yaitu Brongkos Handayani. Di antara kami, belum ada yang pernah mencicipi brongkos.

Kami penasaran dengan rasanya karena setiap mencari destinasi wisata kuliner Yogyakarta di mbah google, nama Brongkos Handayani selalu muncul. Di sana, kami memesan nasi brongkos telur serta kopi hangat, dengan total harga Rp 20.000.

Brongkos merupakan salah satu makanan khas Yogyakarta, yang tampilannya hampir serupa dengan rawon. Untuk nasi brongkos telur, isiannya terdiri dari nasi, telur, tahu, kacang tolo, dan kerupuk.

Meskipun masih terdapat cita rasa manis khas Yogyakarta, brongkos terasa lebih gurih dan asin dibanding gudeg. Cocok bagi kamu yang ingin menikmati kuliner khas Yogyakarta, namun nggak terlalu menyukai rasa manis.

Setelah makan, kami baru menyadari bahwa lokasi Brongkos Handayani sangat dekat dengan Alun-alun Kidul. Kami pun menyempatkan berfoto di antara dua beringinnya yang fenomenal.

2. Taman Sari

Tempat wisata Taman Sari Yogyakarta memang selalu ramai. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)<br>
Tempat wisata Taman Sari Yogyakarta memang selalu ramai. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Usai berfoto, kami mengecek google maps dan melihat jarak menuju Taman Sari sangat dekat. Di sana tertulis, dengan berjalan kaki kami bisa sampai di Taman Sari dalam waktu 8 menit saja.

Kami pun berjalan kaki menuju Taman Sari. Udara Yogyakarta sehabis hujan membuat kami betah menyusuri jalanan. Sesampainya di Taman Sari, kami langsung membeli tiket masuk seharga Rp 6.500, dan biaya tambahan untuk kamera.

Akhir pekan membuat Taman Sari dipenuhi pengunjung. Untuk berfoto di sebuah spot, kami harus antre dengan pengunjung lain.

Taman Sari merupakan bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat pemandian keluarga Kesultanan Yogyakarta. Nggak heran, di dalamnya terdapat kolam-kolam dengan beberapa ornamen hiasan yang memperindahnya.

Setelah puas menyusuri dan berfoto di Taman Sari, kami memutuskan pergi ke Tempo Gelato untuk menuntaskan dahaga.

3. Tempo Gelato

Gelato rasa thai tea dan choco spicy. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)<br>
Gelato rasa thai tea dan choco spicy. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Tempo Gelato merupakan salah satu kedai gelato hits di Yogyakarta. Nggak salah deh kalau memasukkan tempat ini sebagai salah satu itinerary Yogyakarta sehari kami. Terdapat dua cabang yang bisa dipilih, yaitu di Jalan Prawirotaman dan Jalan Kaliurang. Kami memilih mengunjungi kedai Tempo Gelato yang berada di Jalan Prawirotaman karena daerah tersebut banyak turis.

Di sini banyak gelato dengan varian rasa yang unik, antara lain jahe, kemangi, hingga choco spicy. Saya memilih memesan gelato rasa thai tea dan choco spicy.

Saya suka kedua varian rasa gelato yang saya pesan. Gelato thai tea terasa segar, dengan tingkat manis yang pas. Sedangkan gelato choco spicy terasa unik karena ketika di lidah terasa manis, namun ketika ditelan terdapat rasa sedikit pedas dan hangat.

4. Malioboro

Keliling naik kuda di Malioboro sangat menyenangkan. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)<br>
Keliling naik kuda di Malioboro sangat menyenangkan. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Ke Yogyakarta rasanya belum lengkap jika nggak ke Malioboro. Seperti wisatawan pada umumnya, sore hari kami menuju Malioboro. Di sana, kami membeli beberapa jajanan dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Duduk-duduk dan berfoto di pedestrian Malioboro juga menjadi kegiatan yang menyenangkan.

5. Angkringan Lik Man

Bukan kopi biasa, ini kopi joss dari angkringan Lik Man. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)<br>
Bukan kopi biasa, ini kopi joss dari angkringan Lik Man. (Inibaru.id/ Inadha Rahma Nidya)

Sambil menunggu prameks yang akan mengantar kami kembali ke Solo, dari Malioboro kami berjalan sedikit menuju Angkringan Lik Man, yang berada di Jalan Wongsodirjan.

Angkringan ini terkenal dengan Kopi Jossnya. Kopi Joss adalah kopi yang pada penyajiannya, dimasukkan bongkahan arang panas. Rasa Kopi Joss nggak jauh berbeda dengan kopi pada umumnya. Namun yang jelas, terdapat sensasi yang berbeda karena selain sendok, di dalam gelas kopi juga terdapat arang panas.

Terlebih, menikmatinya sambil melihat lalu-lalang ramai orang. Plus, bonus melihat aktivitas peracik waktu nge-joss-in arang ke dalam kopi. Satisfying banget sampai kelupaan buat dokumentasi.

Mendekati jam kedatangan prameks, kami berjalan ke dalam Stasiun Tugu. Setelahnya, kami pulang dengan hati senang dan perut yang kenyang. Siap menghadapi hari Senin! Kalau itinerary Yogyakarta sehari yang pernah kamu lakukan apa? (Inadha Rahma Nidya/E05)