Internet dan Teknologi Ubah Kota Para Daeng Jadi Smart City

Internet dan Teknologi Ubah Kota Para Daeng Jadi Smart City
Makassar jadi salah satu smart city di Indonesia. (Dok. Youtube Metro TV)

Jadi salah satu gerbang perdagangan rempah di masa lampau menjadikan Makassar sebagai kota yang begitu sibuk. Ketersediaan internet mewujudkan Kota Para Daeng itu menjadi salah satu smart city di Indonesia.  

Inibaru.id – Kehadiran Tim Ekspedisi Bakti untuk negeri disambut dengan kecanggihan teknologi di Kota Makassar. Melalui pengembangan smart city, kini Kota Makassar sudah diawasi dengan kamera pemantau selama 24 jam, lo.

Konsep kota pintar ini sangat berguna untuk mengontrol keamanan kota, pelayanan publik, dan program setrategis Pemerintah Kota Makassar.

Meskipun layanan internet di kota ini masih menyisakan blank spot, kehadiran Palapa Ring bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan pariwisata, kesehatan, dan pelayanan masyarakat lain.

Pelabuhan Paotere yang begitu bergairah. (Dok. Youtube Metro TV)
Pelabuhan Paotere yang begitu bergairah. (Dok. Youtube Metro TV)

Salah satu pemanfaatan internet cepat ini bisa ditemukan di Pulau Kodingareng Lompo yang masuk dalam gugus Kepulauan Spermonde, Kota Makassar. Untuk dapat mencapai pulau yang terkenal dengan pasir putihnya tersebut, kami harus membelah lautan menggunakan speedboat.

Salah satu manfaat internet di kota ini adalah kecepatan layanan kesehatan. Kepala Puskesmas Pulau Kodingareng Citra Oktavia mengungkapkan, jaringan internet di pulau berpenghuni 4.500 orang ini sangat membantu pelaporan, rujukan, penyebaran informasi kesehatan, dan komunikasi.

Dirinya menyadari betul kondisi Pulau Kodingareng semenjak kehadiran internet.

“Dulu harus pakai telepon dan SMS. Sukarela berada jauh dari keluarga karena rata-rata berasal dari luar pulau,” ungkapnya pada kami.

Pemanfaatan Internet untuk Pelayaran

Ketersediaan internet bantu navigasi pelayaran. (Dok. Youtube Metro TV)
Ketersediaan internet bantu navigasi pelayaran. (Dok. Youtube Metro TV)

Berlanjut ke Pelabuhan Paotere, kami menemukan geliat ekonomi yang begitu bergairah. Jadi salah satu pelabuhan tertua di Indonesia, nggak heran jika pelabuhan ini begitu sibuk.

Sambil melihat kegiatan masyarakat di sana, kami berkesempatan untuk masuk ke ruang navigasi kapal yang tengah bersandar. Dari obrolan kami, kehadiran internet di Makassar tersebut terbukti membantu para nakhoda dalam mengemudikan kapalnya di tengah lautan.

Dengan mengandalkan aplikasi navigasi yang dapat diakses secara daring, para nakhoda ini nggak perlu khawatir jika navigator dan GPS kapal nggak berfungsi.

Makassar yang menjadi pintu masuk perdagangan rempah pada abad ke-14 kini bersolek menjadi smart city dengan kecanggihan teknologi dan kehadiran internet. Semoga kejayaan Makassar yang jadi salah satu jalur rempah di masa lampau dapat terulang kembali ya, Millens! (Med/IB27/E03)